LIGA 1 2019

Persiapan Ajang Asia, Lain Nasib Persija Dan PSM

Persiapan Ajang Asia, Lain Nasib Persija Dan PSM
Jum'at, 01 Februari 2019 20:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Klub Persija Jakarta dan PSM Makassar menjadi dua klub kasta teratas Liga 1 2019 yang cukup sibuk mempersiapkan tim. Hal tersebut cukup mafhum, karena selain berlaga di kompetisi domestik, Persija dan PSM juga berpartisipasi mewakili Indonesia pada kancah Asia.

Persija yang menjadi juara Liga 1 2018 dan PSM sebagai penghuni runner up dinyatakan berhak menjadi wakil Indonesia pada kompetisi tingkat Asia. Macan Kemayoran berlaga di Kualifikasi Liga Champions Asia, serta Juku Eja terjun ke ajang Piala AFC.

Hanya saja, dalam persiapannya, nasib Persija tak sebaik PSM. Pasalnya, dari sembilan pemain baru yang didatangkan Macan Kemayoran, empat diantaranya tidak bisa dimainkan pada kompetisi paling bergengsi tingkat Asia tersebut.

Para rekrutan Persija itu adalah Ryuji Utomo (PTT Rayong Thailand), Bruno Matos (PKNS Malaysia), Danny Saputra (Bhayangkara FC), Jakhongir Abdumuminov (FC Istiklol Tajikistan), Vinicius Lopes (Juventude Brasil), Tony Sucipto (Persib Bandung), Heri Susanto (PSM Makassar), Reski Fandi (eks Timnas U-19) dan Rishadi Fauzi (Persebaya Surabaya). 

Dari nama-nama di atas, Persija dipastikan tidak bisa memainkan Ryuji Utomo, Bruno Matos, Jakhongir Abdumuminov dan Vinicius Lopes pada babak kualifikasi Liga Champions Asia di markas Home United, Selasa (5/2) pekan depan.

Mereka terkendala izin International Transfer Certificate (ITC) karena bursa transfer PSSI belum resmi dibuka, sementara pendaftaran fase penyisihan Liga Champions Asia dan Piala AFC sudah ditutup.

Persija pun merasa kecewa, karena pemain yang mereka datangkan tidak bisa bermain. Dari empat pemain itu, tiga merupakan legiun asing yang diproyeksikan mengisi pos inti sepeninggal beberapa pemain yang memutuskan tidak memperpanjang kontraknya di Persija.

Cukup disayangkan, Persija tidak mampu mempertahankan beberapa pilar yang berhasil membawa Macan Kemayoran menjuarai Liga, termasuk pemain terbaik Go-Jek Liga 1 2018, Rohit Chand dan sang pelatih, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues.

Manajemen tim Persija kemudian mendatangkan pelatih asal Bulgaria yang pernah menjadi arsitek timnas Indonesia, Ivan Venkov Kolev. Sang "juru racik" berusia 61 tahun itu pun diharuskan memutar otak menyiasati pola permainan timnya dengan materi pemain yang ada saat ini.

"PSSI tidak bisa disalahkan! Tapi mereka ceroboh dan lalai terhadap kewajibannya. Mereka tidak membantu pemenang liga yang akan bermain untuk mewakili Indonesia di LCA, mengingat itu tujuan diadakan kompetisi," ujar Direktur Utama Persija, Gede Widiade dalam laman resmi klub.

Tak hanya ingin menjadi pelengkap dan bertekad tampil serius pada babak kualifikasi Liga Champions Asia 2019, Persija mengantisipasi minimnya pemain berkualitas dengan melakukan peminjaman dua pemain Madura United FC yaitu Jaimerson Xavier dan Alberto Goncalves.

Proposal yang disodorkan pihak Persija tak bertepuk sebelah tangan. Dengan dalih untuk kepentingan negara, Laskar Sape Kerap menerima tawaran Macan Kemayoran untuk meminjamkan Jaimerson dan Beto.

"Hari ini kita pastikan bahwa kedua pemain itu kita pinjamkan secara ikhlas untuk kepentingan negara," ujar Manajer Madura United, Haruna Soemitro dalam video unggahan akun Instagram resmi klub.

Jaimerson musim lalu merupakan pilar utama Persija. Duetnya dengan Maman Abdurahman di lini belakang menjadi benteng pertahanan terbaik karena hanya kebobolan 36 gol sepanjang musim Go-Jek Liga 1 2018. Sedangkan Beto adalah penyerang naturalisasi yang musim lalu membela Sriwijaya FC.

Hal itulah yang membuat Jaimerson dan Beto tak terkendala ITC dan bisa dimainkan pada ajang Liga Champions Asia karena mereka pada musim sebelumnya bermain di sepak bola Indonesia dan di bawah naungan PSSI.

ITC sendiri diperlukan jika seorang pemain pindah ke klub baru yang berbeda negara dari musim sebelumnya, atau bisa disebut ITC diharuskan jika asosiasi atau federasi juga berganti saat berpindah klub.

Kehadiran beberapa muka baru cukup menjadi penyegar bagi klub Ibukota tersebut. Ajang Piala Indonesia pun dijadikan persiapan anak asuh Ivan Kolev untuk mencoba beberapa komposisi baru jelang melawat ke markas Home United.

Terbaru, Persija bermain imbang 1-1 kontra 757 Kepri Jaya dalam leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia, Kamis (31/1) sore di Stadion Citra Mas, Batam. Secara agregat, Macan Kemayoran menang 9-3 dan lolos ke babak 16 besar.

"Salah satu masalah kami adalah penyelesaian akhir. Saya akan perbaiki beberapa hal termasuk ini yang jadi kendala kami, karena tim Singapura juga memiliki level cukup tinggi. Mereka tim bagus," tutur Ivan Kolev.

Di sisi lain, PSM Makassar cukup optimis bisa menurunkan rekrutan asingnya, yaitu Eero Markkanen. Ia merupakan penyerang nasional Finlandia bekas anak asuh Zinedine Zidane di Real Madrid Castilla.

Juku Eja baru akan melakoni laga perdana di ajang Piala AFC pada 27 Februari mendatang. Sedangkan PSSI membuka pendaftaran pemain 12 hari sebelumnya.

Menurut Sekretaris Tim PSM, Andy Widya Syadzwina, ada regulasi AFC terkait ITC yang bisa jadi dasar untuk memainkan Eero Marrkanen.

Dalam aturan itu dijelaskan bahwa untuk klub yang bermain langsung pada fase grup, harus menuntaskan salinan ITC atau membuktikan bahwa ITC pemain telah dikeluarkan sesuai dengan peraturan FIFA.

"Serta disampaikan melalui sistem online AFCAS selambat-lambatnya tujuh hari sebelum pertandingan pertama klub di penyisihan grup," papar Andy Widya Syadzwina.

Sejauh ini PSM telah mendatangkan tujuh pemain baru. Empat mantan pemain Madura United diboyong Juku Eja ke Makassar. Mereka adalah Bayu Gatra, Hery Prasetyo, Benny Wahyudi dan Munhar. Satu pemain lain yakni Taufik Hidayat dari Bali United.

Sementara untuk legiun asing, mereka mendatangkan Aaron Evans eks pemain PS Barito Putera asal Australia dan Eero Markkanen. Dalam hal ini, PSM lebih beruntung dari Persija yang tak bisa menurunkan empat pemain baru pada pertandingan babak kualifikasi Liga Champions Asia 2019. 

Markkanen jadi satu-satunya pemain baru PSM yang belum bisa didaftarkan karena terkait ITC. Satu pemain asing lainnya, Aaron Evans tidak bermasalah karena pada musim lalu bermain untuk Barito Putera.

Meskipun begitu, PSM hingga kini tak kunjung mengumumkan penunjukan pelatih baru pengganti Robert Alberts. Manajemen Pasukan Ramang tampaknya masih bekerja untuk menuntaskan pemilihan pelatih, termasuk proses negosiasi.

Menurut CEO PSM, Munafri Arifuddin, calon pelatih PSM Makassar berasal dari benua Eropa dan pernah melatih di benua Asia. 

"Dia pelatih dari Eropa dan sudah pernah melatih di Asia. Pelatih baru nanti dikontrak satu tahun," ucap Munafri.

Menurut rencana, pelatih baru PSM akan diperkenalkan saat Juku Eja menjamu Kalteng Putra FC pada leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (3/2). ***


wwwwww