Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Tolak Motor Masuk Tol, Komunitas Driver Online: Ini DPR Harus Kaji Ulang

Tolak Motor Masuk Tol, Komunitas Driver Online: Ini DPR Harus Kaji Ulang
Jum'at, 01 Februari 2019 16:28 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Wacana motor masuk tol yang muncul dari Ketua Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo, ditanggapi miring oleh Komunitas Driver Online.

Ketua Komunitas Driver Online, Aris Klowor menilai, wacana tersebut kurang efektif jika berkaca pada kondisi lalu lintas di Jakarta.

"Ini DPR Harus mengkaji ulang lebih dalam lagi," kata Aris kepada GoNews.co, Jumat (01/02/201).

Pasalnya, kata Aris, Jakarta tidak bisa disamakan seperti di Bali. Karena, jumlah penduduk Jakarta lebih banyak ketimbang di Pulau Dewata itu.

"Walau dibuat tol baru, masih belum efektif karna Jakarta itu penduduknya padat," kata Aris.

"Jadi, motor masuk tol atau ojol masuk tol ini, kalau menurut pandangan saya kurang efektif," tukas Arif.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo berharap, pemerintah bisa membuat jalur khusus motor selebar 2,5 meter dengan pembatas atau separator di jalan-jalan bebas hambatan atau tol demi keadilan terhadap para pengguna sepeda motor.

Banyak pihak yang setuju pada wacana motor masuk tol ini, namun tidak sedikit juga yang menolak.

Selain Komunitas Driver Online, Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, juga menolak wacana tersebut.

"Lebih bijak anggota DPR mengusulkan Program Transportasi Umum sebagai Program Strategis Nasional (PSN)," kata Djoko.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww