Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
14 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
20 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
15 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
13 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat di 13 Daerah di Sumbar

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat di 13 Daerah di Sumbar
Citra satelit cuaca BMKG. (Sumber: bmkg.go.id)
Senin, 04 Februari 2019 22:05 WIB
PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Sumatera Barat, Senin (4/2/2019).

“Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang pada siang, sore dan malam hari,” tulis BMKG seperti dikutip dari Langgam.id.

Peringatan dini tersebut, untuk wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, 50 Kota, Payakumbuh, Agam, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

Sebelumnya, dalam siaran pers tentang kondisi cuaca Indonesia, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan saat ini ENSO (El Nino Southern Oscillation, status: lemah) dan IOD (Indian Ocean Dipole, status: netral) tidak cukup signifikan mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.

“MJO (Madden Julian Oscillation) fase kering diperkirakan akan aktif dan kurang berkontribusi pada pembentukan awan khususnya di wilayah Indonesia bagian barat hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Nilai anomali suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia, diperkirakan selama Februari lebih hangat dari normalnya.

“Kondisi ini cukup berkontribusi terhadap penambahan suplai uap air di wilayah Indonesia. Sirkulasi tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sekitar Maluku dan Papua yang mengakibatkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan,” demikian BMKG. (hm/langgam)

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww