Ongkos Jogja-Majalengka Capai Rp5 Jutaan, DPR: Bandara Kertajati Tipu Rakyat

Ongkos Jogja-Majalengka Capai Rp5 Jutaan, DPR: Bandara Kertajati Tipu Rakyat
Anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono. (Muslikhin/GoNews.co)
Senin, 04 Februari 2019 22:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Soal pembangunan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat, Anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono mengaku geram dengan pemerintah Jokowi.

Pasalanya kata dia, pembangunan Bandara yang menelan biaya dengan total Rp4,8 Triliun tersebut dianggap menipu rakyat.

Betapa tidak kata Bambang, Bandara tersebut dinilai terlalu dipaksakan beroperasi. Padahal pembangunan bandara itu sendiri dibangun asal-asalan.

"Bayangin, itu Bandara telah memakan biaya Rp2,6 Triliun dari Pusat dan ditambah fasilitas pendukungnya dari Pemda Rp2,2 Triliun, totalnya Rp4,8 Triliun, tapi manfaatnya enggak ada," ujarnya saat berbincang dengan GoNews.co di Kawasan TMII, Jakarta, Senin (4/2/2019), usai menghadiri acara beladiri Pencak Silat 'Joko Tole'.

Masih kata politisi Gerindra itu, bahkan Instrumen landing system di Bandara Kertajati belum di install, padahal kata dia, itu sangat penting, terlebih terkait keselamatan penumpang dan penerbangan.

"Saya penasaran dan mencoba ke sana. itu pas landing, kita semua terkejut. Kok kasar begini? eh ternayata benar, Instrumen landing system belum di install. Ini kan sangat bahaya," ujarnya.

Selain itu, kata dia, Conveyor bagasi di Bandara itu juga hanya ada 1, kemudian X-Ray masih menggunakan milik Bandara Soetta, yang belum dikalibrasi selama 3 tahun.

"Kesalnya lagi, di lantai dua tempat restoran gitu, masih sepi. dan lantainya pun belum di tekel, masih semen," ujarnya lagi.

"Menurut saya, Bandara ini tidak layak, dan ini adalah satu penipuan yang dilakukan Pemerintah dalam menginformasikan bahwa Bandara ini adalah Bandara Terbesar," timpalnya.

Penempatan X-Ray yang masih asal-asalan, karena tidak ada sterilisasi, termasuk juga system pemadaman juga membahayakan. Karena kata Bambang, jika bandara ini kebakaran maka satu Bandara bisa habis.

Padahal lanjutnya, Bandara Kertajati ini dibangun diatas lahan Produktif sekitar 2.000 Hektar, dan pada saat itu rakyat berdarah-darah mempertahankan tanahnya, namun sekarang tidak dipakai.

"Ini satu penipuan, satu koruptif besar-besaran. Dan perlu masyarakat tahu, setelah saya kritik dan protes keras, saat ini yang beroperasi disana hanya peswat Lion air dan Citilink. Tahu enggak? dari Yogyakarta ke Bandara Kertajati itu tarifnya mahal diatas Rp5 juta. Ini kan Gendeng," sesalnya.

Harga Tiket Pesawat dari Yogyakarta ke Bandara Kertajati, Senin (4/2/2019)

Bandara Kertajati baru didarati awal kali pada 8 juni 2018 dan hanya satu maskapai yaitu Citilink. Tapi kata Bambang, maskapai pelatmerah itu mengalami kerugian lantaran sepi penumpang.

"Itu Pesawat dengan jumlah180 seat, itu paling banyak itu cuma hanya 40 penumpang, siapa yang mau rugi? Ini kenapa kemudian ada akal akalan, dari Yogyakarta ke Majalengka harus lewat Surabaya, transit lagi ke Balikpapan dan baru ke Kertajati, itu kenapa jadi mahal, ini benar-benar Guendeng," ucapnya dengan logat Suroboyoan.

Sementara itu, dari penelusuran GoNews.co di agen penjualan tiket online Traveloka, ternyata benar, harga tiket Yogyakarta menuju Bandara Kertajati mencapai Rp5.897.600 dengan durasi waktu 17 jam 45 menit. Itu artinya perjalanan Yogya-Majalengka melebihi perjalanan ke luar negeri.

"Dengan durasi waktu dan harga segitu, siapa yang mau naik pesawat. Katanya ini Bandara termegah dan besar. Tapi nipu rakyat," pungkasnya.***


wwwwww