Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Badminton
LIGA 1 2019

Tristan Koskor Masih Adaptasi Cuaca di Padang

Tristan Koskor Masih Adaptasi Cuaca di Padang
Selasa, 12 Februari 2019 21:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PADANG - Perbedaan suhu udara yang ekstrem antara Estonia dan Indonesia, membuat striker Semen Padang FC, Tristan Koskor, harus bekerja keras untuk beradaptasi. Bukan situasi yang mudah, tapi dia harus berusaha keras agar terbiasa.

Saat mengikuti latihan rutin, wajah Tristan Koskor tidak butuh waktu lama untuk berubah menjadi kemerah-merahan. Tersengat cuaca panas.

"Baru saja latihan, mukanya sudah memerah karena panas. Mungkin butuh waktu buat dia beradaptasi. Tapi secara umum kemampuan teknisnya memadai," ujar Syafrianto Rusli, pelatih Semen Padang.

Beruntungnya Tristan Koskor tidak mengeluh. Dia sudah tahu risikonya kalau harus beradaptasi dengan cuaca.

Jadi mau panas seperti apapun, bakal dijalaninya. Tidak hanya di latihan, juga di pertandingan. "Saya harus berusaha bermain baik dan mencetak gol buat Semen Padang," ujarnya.

Menurut Tristan Koskor sepak bola Indonesia juga berbeda dengan negaranya. Di Indonesia, katanya banyak melibatkan kontak fisik. Permainannya juga lebih cepat. ***

wwwwww