Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
19 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
16 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
Ekonomi
23 jam yang lalu
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
4
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
5 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
5
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
6
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
5 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Usai PDIP Sahuti PSI, EII Analogikan PSI dengan Bayi

Usai PDIP Sahuti PSI, EII Analogikan PSI dengan Bayi
Iskandarsyah. (GoNews.co)
Rabu, 13 Maret 2019 22:20 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pengamat Politik EII, Iskandarsyah menilai, pernyataan Ketum PSI, Grace Natalie soal sikap anti korupsi partai nasionalis, tak elok dan terlalu mencampuri persoalan internal partai-partai politik (parpol) lain.

"Buat saya bukan kapasitas beliau (Garace Natalie, red) menilai parpol lain, lihatlah parpolnya, apa sudah cukup baik kah? Loloskah ke parlement threshold nanti?" kata Iskandarsyah dalam siaran persnya, Rabu (13/03/2019).

"Kader-kader PSI jelas tidak berjuang di bawah yang menurut survey kami dari ETOS Indonesia Institute (EII) tak lebih dari 1,7 persen," ujar Direktur Eksekutif EII itu.

Iskandarsyah melanjutkan, elektabilitas partai lah yang mestinya jadi fokus PSI. "Bukan masuk ke ranah partai lain, apalagi memberikan komentar yang seperti itu,".

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie dalam pidato politiknya di Medan, mempertanyakan sikap antikorupsi para parpol nasionalis yang dinilainya belum diimplementasikan.

Kemudian, politisi PDIP, Effendi MS. Simbolon mengingatkan PSI sebagai partai baru untuk tidak terlalu mudah menuding-nuding partai lain demi mencari elektabilitas diri.

"Mau jadi calon politisi, belajar banyak dululah. Jangan mudah mengumbar-umbar tuduhan ke mana-mana," ujar Effendi kepada wartawan, Rabu, (13/03/201).

Menanggapi sahutan Effendi Simbolon, Iskandarsyah berujar, "Partai baru yang masih merangkak seperti bayi yang baru lahir tapi dipaksa lari kencang, ya itu PSI,".***

wwwwww