PP Pemuda Muhammadiyah Kecam Teroris Penembak Brutal Jamaah Salat Jumat di New Zealand

PP Pemuda Muhammadiyah Kecam Teroris Penembak Brutal Jamaah Salat Jumat di New Zealand
Ilustrasi. (istimewa)
Jum'at, 15 Maret 2019 15:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - PP Muhammadiyah mengecam keras tindakan brutal penembakan jamaah masjid di New Zealand.

Meskipun Polisi New Zealand, sudah menangkap terduga pelaku rangkaian dua penembakan di Masjid An-Nur atau An Noor dan Masjid Linnwood, di pusat kota Catenbury, Christchurch , New Zaeland, Jumat (15/3/2019), siang, atau pagi waktu Indonesia.

Dimana dalam kejadian ini, setidaknya ada 30 korban meninggal dunia, dan 50 lainnya dilaporkan terluka atas insiden liar, berdarah, dan berbau SARA ini.

Jumlah korban dilaporkan terus bertambah. Sebagian besar korban kini dirawat di rumah sakit. Mereka terluka satu hingga dua tembakan.

Masjid An-Nur adalah pusat ibadah dan sosial komunitas Muslim di negara bagian New Zealand itu. Alamatnya di Jl Deans Avenue No 101, Christchurch, New Zealand, sekitar 50 meter dari taman kota Christchurch, Hegley Park.

Polisi melaporkan sudah menangkap tiga palaku, dua pria dan satu wanita. Diduga keduanya punya hubungan emosional yang kuat.

Pelaku ditangkap hanya sekitar 30 menit setelah kejadian di kawasan Sydneyham, Jalan Brougham, sekitar 3,4 km dari tempat kejadian perkara.

Berikut adalah sikap resmi PP Pemuda Muhammadiyah.

Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pemuda Muhammadiyah merupakan bagian tak terpisah dari bangsa Indonesia, berasas Islam, melakukan da’wah amar ma’ruf nahi munkar, berpikir dan bertindak dalam kontek kebangsaan, mendukung kehidupan kemanusian global yang beradab, sesuai dengan cita-cita pendiri Republik Indonesia.

Memperhatikan perkembangan mutakhir terhadap kondisi umat islam di New Zealand, setelah Pemuda Muhammadiyah mencermati perkembangan terkini terkait tragedi penembakan Jemaah Mesjid dan Mesjid Di New Zealand, Jum’at 15 Maret 2019, Pemuda Muhammadiyah menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Pemuda Muhammadiyah menilai tindakan pelaku penembakan tersebut sebagai terorisme, dan pelakunya adalah teroris.

2. Pemuda Muhammadiyah mengutuk keras, dan mengecam tindakan terorisme tersebut serta menuntut aparat penegak hukum mengadili pelaku dengan sanksi hukum seberat-beratnya.

3. Kota Christchurch yang terkenal dengan kota sejuta taman, ramah pada pendatang dan damai dalam menjalankan ibadah ternodai oleh aksi teroris biadab yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah New Zealand

4. Salah satu teroris penembakan adalah warga Negara Australia Brenton Tarrant pernah
menulis manifesto setebal 73 halaman yang menyatakan niat jahatnya. Hal ini tentu diketahui oleh semua orang terutama intelijen New Zealand. Sangat mencurigakan dimana tidak ada tindakan pencegahan dari pihak terkait

5. Dengan aksi penembakan yang disiarkan langsung oleh pelaku teror tersebut ini
membuktikan pemerintah New Zealand. gagal melindungi warga negaranya dan mendeteksi dini kegiatan terorisme di Negara mereka

6. Pemuda Muhammadiyah mendesak agar pemerintah New Zealand menyatakan tindakan tersebut sebagai tindakan terorisme yang biadab

7. Pemuda Muhammadiyah menyatakan duka mendalam kepada korban, baik yang telah
meninggal, luka-luka, dan yang masih selamat

8. Pemuda Muhammadiyah meminta dan mendesak Menteri Luar Negeri dalam dalam hal ini. Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Zealand untuk berkoordinasi secara cepat, dan melakukan perlindungan extra bagi warga negara Indonesia yang berada di Mesjid tersebut, dan di wilayah yurisdisi New Zealand; Hal ini dilakukan karena ada lebih kurang 331 Warga Negara Indonesia yang tinggal di Chirstchurch dan 6 WNI diperkirakan berada di lokasi terror tersebut.

9. Pemuda Muhammadiyah berkeyakinan bahwa tindakan terorisme, apapun latar belakang pelaku dan motivnya, tidak bisa dibenarkan dan harus dilawan.

10. Agama Islam dan juga keyakinan agama lain, kami pandang memiliki paham agama yang memuliakan kemanusiaan, mendukung hubungan toleransi (tasamuh), tolong menolong (ta’awun), saling asih dan asuh di tengah kehidupan sosial yang ragam, dan mengecam pembunuhan, estrimisme, dan terorisme. Sehingga tidak ada agama apapun yang mendorong melakukan terorisme.

11. Mengimbau umat Islam di Indonesia dan dimanapun berada, untuk tidak terpancing dengan provokasi dan hal-hal yang tidak produktif. Sebaliknya, mendorong agar umat Islam senantiasa berdo’a dan membangun hubungan sosial yang mulia dan beradab.
Demikian pernyataan sikap PP Pemuda Muhammadiyah terkait tragedi terorisme di New
Zealand. Semoga kehidupan berbangsa, dan bernegara dalam lingkup global semakin kondusif.

Fastabiqul Khairat

'Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

PIMPINAN
Ketua Umum Sekretaris Jenderal
S u n a n t o Dzul Fikar Ahmad T.***


wwwwww