Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Erwin Aksa: Banyak yang Rugi dan Nganggur di Era Jokowi

Erwin Aksa: Banyak yang Rugi dan Nganggur di Era Jokowi
Senin, 08 April 2019 22:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pengusaha nasional Erwin Aksa membeberkan sejumlah keluhan dari pengusaha selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 4,5 tahun terakhir.

Dia bilang sejumlah sektor mengalami tekanan berat, utama nya riil yang menjadi salah satu penggerak terbesar ekonomi dalam negeri.

"Kita ini merasakan sektor riil tidak bergerak. Daya beli turun, harga mahal. Itu tidak bergerak. Masyarakat tidak punya lagi space, tidak punya lagi tabungan untuk belanja lebih dari kebutuhan pokok mereka. Mereka tidak bisa lagi jalan-jalan, tidak bisa lagi liburan. Tidak bisa lagi belanja 2-3 kali per bulan. Jadi toko-toko pda sepi," katanya dalam acara Diskusi Bareng Aliansi Pengusaha Nasional (APN) Indonesia di Hotel Century Park, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Pelemahan ekonomi juga menyentuh sektor properti. Sentimen negatif pada industri properti dia bilang membuat ratusan industri yang ada di bawah industri properti mengalami tekanan dan membuat ekonomi lesu.

"Inilah saya tidak tahu kenapa pemerintah tidak melihat secara makro persoalan. Di mana-mana di dunia, properti itu adalah salah satu penggerak ekonomi yang membuat pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Dia juga mengaku bingung dengan intervensi Presiden Jokowi terhadap harga semen di pasar. Padahal, dia bilang harga semen seharusnya mengikuti mekanisme pasar.

Dia juga mengkritik intervensi pemerintah terhadap industri sawit hingga kebijakan BBM satu harga yang akhirnya membuat Pertamina rugi. Singkat cerita, hal tersebut pada akhirnya dia bilang membuat ekonomi tidak tumbuh dan menjamurnya pengangguran.

"Yang pengusaha besar ya stabil saja, yang mau merangkak juga susah, yang pengusaha baru ya nyungsep nggak bisa ngapa-ngapain," katanya. ***

wwwwww