Gelar Tradisi Berkaul Adat, Warga Nagari Muaro Takuang Sembelih Enam Ekor Kerbau

Gelar Tradisi Berkaul Adat, Warga Nagari Muaro Takuang Sembelih Enam Ekor Kerbau
Bupati Sijunjung Drs H Yuswir Arifin Dt Indo Marajo MM dan para datuk disambut dengan pencak silat di acara berkaul adat di Nagari Muaro Takuang.
Rabu, 10 April 2019 20:54 WIB
Penulis: Eko Pangestu
SIJUNJUNG - Sebanyak enam ekor kerbau disembelih dan dimasak warga di Nagari Muaro Takuang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat, Rabu (10/4/2019).

Kerbau yang dimasak dipersiapkan untuk berkaul di tempat perkaulan adat Koto Lamo, Nagari Muaro Takuang, tempat kelahiran Bupati Sijunjung Drs H Yuswir Arifin Dt Indo Marajo MM. Nagari ini dihuni lima suku yaitu Caniago, Piliang, Malayu Panai, Malayu Tambago dan Malayu Tiang Panjang. Kelima suku itu dengan Datuk Nan Barampek Balimo Baranam Jo Datuk Bagindo Sutan.

"Pusako kayu nan sabatang, urek manjadi urek tunggang, pucuk menjadi pucuk bulek, dahan manjadi dahan daro, ampalu menjadi pusoko, sakek manyikek dahan manokok," kata Dt Singo, salah seorang Datuk Nagari Muaro Takung, Rabu (10/4/2019).

“Satiok duo tahun masuak katigo, kami selalu melaksanakan kaua adat, di tompat Makam Palo Koto ko,” ujar Wali Nagari Muaro Takung H Iswandi dan Parizal Dt Bagindo Sutan (Dt Pucuk) secara terpisah.

Menurut Parizal Datuk Pucuk dan Datuk Singo, berkaul adat tersebut sebagai wujud syukur atas rezeki dan nikmat yang diterima, sekaligus berdoa dan bermohon kepada Allah SWT agar hidup rukun, damai dan tenteram. Berkaul dilaksanakan juga untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan silaturrahim serta menghabisi kesalahan dan kekhilafan yang mungkin terjadi.

“Selain itu, pelaksanaan bakaul adat juga bukti nyata terjalin serta terciptanya kebersamaan dan kesepakatan di Nagari Muaro Takung,” jelas Iswadi dan para datuk lainnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Muaro Takung yang rutin melaksanakan kaul adat setiap dua tahun masuk ketiga, dengan harapan kekompakan yang terjalin erat. Ia juga berharap berkaul bisa dijadikan modal dasar untuk memacu pembangunan nagari yang bermuara kepada peningkatan ekonomi dan kesejahtraan rakyat.

Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo berharap kepada seluruh unsur masyarakat supaya tidak hanya menikmati acara seremonial bakaua adat yang berlangsung sukses dan meriah, tapi harus dihayati tujuan sesungguhnya dari bakaul adat itu.

Menariknya lagi, berkaul adat itu juga dihadiri Rajo Tigo Selo dari Kerajaan Jambulipo, dan para datuk/tokoh dari Dharmasraya, undangan dari Taluk Kuantan.

Bahkan juga hadir anggota DPR RI seperti Alex Indra Lukman, Endri Syaifoel serta sejumlah OPD Sijunjung, Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim, Ketua TP PKK Sijunjung En Yuswir Arifin dan rombongan.

Tak hanya itu, para Caleg, DPR RI, DPRD Provinsi dan kabupaten juga hadir. "Selamat datang pada apak-apak Caleg, semoga Nagari Muaro Takung mendapat rahmat," kata Dt Bagindo Sutan (Datuk Pucuk) dan Dt Singo.

Meriah begitulah suasana berkaul adat di Nagari Muaro Takung itu. Bupati dan rombongan disambut sirih cirano oleh anak-anak nagari. Usai penyambutan bupati dan rombongan meneruskan perjalanan menuju lokasi berkaul adat dan menyeberangi jembatan gantung.

Di lokasi berkaul, bupati Yuswir Arifin dan rombongan berkesempatam meninjau dapur umum kelima suku termasuk dapur nagari yang ada di Muaro Takung.(ep_sptrs)


wwwwww