Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

KPU Tak Ubah Konsep Debat Pilpres hanya Upayakan Ada Doa Bersama

KPU Tak Ubah Konsep Debat Pilpres hanya Upayakan Ada Doa Bersama
Jum'at, 12 April 2019 16:27 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Debat Kelima Pilpres 2019 yang juga debat terakhir, akan digelar pada Sabtu, 13 April 2019, esok di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Konsep debat, dipastikan sama dengan Debat keempat.

"Konsepnya sama semua. Lebih mematangkan karena calon Presiden dan calon Wakil Presiden sama-sama kembali," kata Komisioner KPU RI, Viryan Aziz di Jakarta, Jumat (12/04/2019).

Namun karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama, debat pamungkas ini diharapkan bisa diisi dengan doa bersama yang melibatkan setiap agama yang diakui.

"Permasalahannya, 'bagaimana formulasi teknis?'. Karena biasanya format doa bersama cukup memakan waktu. Hal ini yang sedang dimatangkan oleh tim teknis kita," terang Viryan.

Seperti diketahui, tema debat pamungkas adalah Ekonomi, Kesejahteraan Sosial, Keuangan, Investasi, dan Industri.

Adapun panelis yang menyusun pertanyaan adalah:

1. Rektor Unair, Prof. Muhammad Nasih 2. Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman.

3. Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Muhammad Arief Mufraini

4. Dekan FEB Universitas Diponegoro, Dr.Suhartono

5. Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr.Herman Karamoy

6. Dekan FEB Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si

7. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Harif Amali Riva’i

8. Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono

9. Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D

10. Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww