Ustaz Adi Hidayat Dukung Prabowo-Sandiaga, Ini Kata Dahnil Anzar

Ustaz Adi Hidayat Dukung Prabowo-Sandiaga, Ini Kata Dahnil Anzar
Sabtu, 13 April 2019 00:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Setelah dukungan yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad (UAS) kepada Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Kini giliran Ustaz Adi Hidayat (UAH) yang menyatakan dukungan. Momen tersebut diabadikan dalam video oleh Ketum PAN Zulkifli Hasan.

Video itu kemudian diunggah oleh Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjutak di akun Twitternya.

"Setelah UAS, kini UAH pun mendoakan dan mendukung Pak @prabowo agar memimpin Indonesia 2019-2024 dengan penuh amanah," tulis Dahnil dikutip merdeka.com, Jumat (12/4) sekitar Pukul 23.45 WIB.

Dalam video itu terlihat hadir pula Cawapres Sandiaga Uno. Juga hadir SekjenGerindra Ahmad Muzani serta artis Dimas Seto.

Tak cuma mendukung, UAH juga terlihat mendoakan Prabowo. Dia memegang dada sebelah kiri Prabowo sambil mengucapkan doa. Belum diketahui kapan dan dimana pertemuan tersebut berlangsung.

Sebelumnya, dukungan juga mengalir dari Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), Ustaz Abdul Somad (UAS), mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN menyatakan dukungan dalam acara pidato kebangsaan capres Prabowo Subianto bersama Gatot Nurmantyo

Diapun mengungkap alasan memilih Prabowo meski dulu sebagai pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014.

"Lima tahun yang lalu menjelang pemilu seperti ini, saya menggelar deklarasi besar-besaran mendukung Pak Jokowi," ucap Dahlan memulai pidatonya di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Saat itu, Dahlan mengaku berharap banyak pada program Jokowi, termasuk soal revolusi mental. Dia juga berharap selama 5 tahun dipimpin Jokowi, pendapatan per kapita negara bisa mencapai USD 7.000 per tahun. "Tapi itu tidak terlaksana," katanya.

Oleh sebab itu, kini dia mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Dahlan mengaku keputusan itu bukan karena nasibnya yang pernah ditahan di era pemerintahan Jokowi. 

"Karena itu, saya hari ini saya menjatuhkan pilihan kepada Pak Prabowo. Bukan karena mempertimbangkan nasib saya selama 5 tahun terakhir. Itu saya anggap risiko saya sebagai pengabdi," ungkap Dahlan.

Dahlan menceritakan, 5 tahun yang lalu, pimpinan 'Dahlanis' sebenarnya memihak Prabowo. Namun dia sendiri yang memilih Jokowi. 

"Lima tahun yang lalu sebetulnya semua pimpinan Dahlanis se-Indonesia sudah berkumpul untuk mengambil sikap akan memihak Pak Prabowo atau Pak Jokowi. Waktu itu keputusan terbanyak sebetulnya memihak Pak Prabowo, tapi saya veto kita harus memihak Pak Jokowi karena program-program Pak Jokowi itu," papar Dahlan.

"Nah sekarang pemilu tahun ini ganti saya ikut pimpinan-pimpinan Dahlanis itu," pungkasnya.***


wwwwww