Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketika Ocehan Fadli Zon di Senayan Terangkum dalam Satu Buku

Ketika Ocehan Fadli Zon di Senayan Terangkum dalam Satu Buku
Senin, 15 April 2019 17:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali meluncurkan buku terbaru berjudul 'Kata Fadli, Catatan-Catatan Kritis dari Senayan', Senin (15/4/2019).

Fadli mengatakan karya terbarunya tersebut merupakan upaya merefleksikan kembali perdebatan-perdebatan subtantif yang menurutnya jarang terjadi di DPR.

"Saya kira kita membutuhkan perdebatan. Sayang sekali kita di DPR ini jarang sekali ada perdebatan subtantif, saya kira ini persoalan," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, di Jakarta, Senin (15/4).

Fadli menganggap perdebatan yang ada selama ini cenderung masih di permukaan dan bersifat teknis. Sehingga menurutnya hal yang wajar jika setiap pengambilan keputusan selalu berujung voting lantaran tidak adanya perdebatan yang substantif tersebut.

"Dalam perjalanan bangsa saya kira kita perlu perdebatan-perdebatan subtantif dengan berbagai macam isu dan ini yang kita perlukan ke depan di dalam pemerintahan maupun parlemen," ujarnya.

Ia mengatakan, di dalam bukunya kali ini merupakan sebuah komentar terhadap berbagai macam peristiwa selama 4,5 tahun. Isu-isu tersebut menurutnya tidak jarang disampaikan secara spontan. Namun ada juga yang disampaikan melalui riset mendalam.

"Apalagi kebetulan saya orang yang berada di seberang pemerintah atau oposisi jadi tentu suara kritisnya harus lebih kriits dari yang lain," ungkapnya.

Sebelumnya, Fadli telah mengeluarkan tiga buku. Buku pertama ditulis pada Oktober 2014-2015, buku kedua ditulis pada Oktober 2015 sampai September 2016. Kemudian buku ketiga ditulis pada Oktober 2016 sampai 2017.

"Itu yang terkait dengan kegiatan-kegiatan ke DPR an, kegiatan rapat dan kegiatan lain yang terkait tugas-tugas DPR," jelasnya.***

wwwwww