Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
MPR RI
22 jam yang lalu
WNA asal China Masuk ke Indonesia, Wakil Ketua MPR: Kontraproduktif dengan Kebijakan Pemutusan Covid-19
2
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
Peristiwa
21 jam yang lalu
Diajak Nikah Cewek Kazakhstan, Ini Sosok Youtuber Fiki Naki Asal Pekanbaru
3
Demo, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Ngaku Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta
Hukum
22 jam yang lalu
Demo, Peternak Ayam Petelur di Banyumas Ngaku Diperas Oknum Polisi Rp90 Juta
4
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
11 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
5
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
Politik
23 jam yang lalu
DPR: Pemerintah Harus Siap Hadapi Berbagai Resiko Pengelolahan Dana Investasi
6
Kasus Corona Tembus 1 Juta, Ketua DPD Sebut PPKM Tak Efektif
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kasus Corona Tembus 1 Juta, Ketua DPD Sebut PPKM Tak Efektif
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Suara Jokowi Lebih 1.000 di Magelang, KPU: Maaf Kami Tidak Sengaja

Suara Jokowi Lebih 1.000 di Magelang, KPU: Maaf Kami Tidak Sengaja
Komisioner KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endis M. (istimewa)
Sabtu, 27 April 2019 01:00 WIB
MAGELANG - Belakangan publik dunia maya ramai memperbincangkan tentang kesalahan input data jumlah peroleh suara sah untuk pasangan calon (paslon) petahana Jokowi-Ma''ruf Amin.

Kali ini, yang viral adalah update suara di TPS 4 Desa Rejosari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Video yang menunjukkan dugaan kesalahan itu salah satunya diunggah oleh akun BC Channel tanggal 24 April 2019. Hingga Jumat (26/4/2019) sore, video itu telah ditonton 2.938 kali.

Video berdurasi sekitar 3.18 menit itu menggambarkan, tabel perolehan suara di TPS tersebut pada laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pada tabel itu, Jokowi-Ma''ruf tercatat memperoleh suara 1.119, padahal pada hasil pindai form C1 menunjukkan perolehan suara paslon tersebut hanya sebanyak 119.

Ada selisih 1000 suara dari data yang diinput dengan form C1.

Sontak hal ini kembali mengundang olok-olok dari warganet. Mengingat, hampir setiap hari KPU tak pernah alfa melakukan kesalahan input sejak 17 April 2019 lalu.

Merespon hal ini, Komisioner KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endis M, mengaku, pihaknya sama sekali tidak ada unsur kesengajaan pada perbedaan data tersebut.

Ia mengakui adanya "human error" petugas ketika meng-input data. Kesalahan ini telah dilaporkan ke KPU RI dan telah diperbaiki.

"Mengenai salah input data, kami mohon maaf. Sekali lagi bukan faktor kesengajaan. Ternyata begitu kami selidiki, hasil investigasi kami, pengetikannya harusnya seratus sembilan belas (119) tapi oleh petugas kami ngetik (angka) 1 terlalu cepat sehingga terketik 3 kali, jadi muncul 1119," jelas Endis, Jumat (26/4/2019).

Endis mengungkapkan, kesalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi KPU untuk lebih ketat dalam pengawasan (supervisi) terutama pada proses input data agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

Dijelaskannya, metode penghitungan suara yang dilakukan tetap berdasarkan medote manual secara berjenjang dari rekapitulasi di TPS, PPS, PPK, kabupaten, provinsi sampai pusat.

Sementara metode sistem informasi penghitungan suara (situng), dengan scan C1 bertujuan agar masyarakat cepat dan mudah mengakses informasi tersebut.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir karena setiap perhitungan suara sampai rekapitulasi suara sudah melibatkan pengawasan dan saksi dari masing-masing peserta Pemilu.

"Kami pun tidak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat, bahwa sebetulnya KPU mempunyai mekanisme tersendiri, jangan khawatir setiap kali rekapitulasi maupun penghitungan suara, karena sudah melibatkan pengawas dan saksi dari masing-masing peserta pemilu,” pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:teropongsenayan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww