Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Khazanah Ramadan

Momen Ramadan, Saatnya Meraih Ampunan Allah

Momen Ramadan, Saatnya Meraih Ampunan Allah
Ilustrasi. (Net)
Senin, 06 Mei 2019 20:43 WIB
JAKARTA - Keberkahan Ramadan mesti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi umat Islam. Hal itu disampaikan Ustaz Achmad Farid Hasan saat ditemui di Jakarta. Menurut dia, salah satu faedah Ramadhan ialah terbuka lapangnya pintu ampunan Allah SWT.

"Manfaatkan bulan puasa Ramadan untuk melenyapkan atau menghanguskan dosa-dosa yang telah kita perbuat di bulan-bulan sebelumnya," kata Ustaz Farid seperti dilansir Republika.co.id, Senin (6/5).

Islam mengajarkan bagi mereka yang mendamba ampunan Allah SWT. Perbanyaklah berbuat kebaikan, terlebih di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW sendiri, tutur Ustaz Farid Hasan, telah memberi contoh. Beliau shalallahu 'alaihi wasallam meningkatkan jumlah ibadah dan amal baik saat Ramadhan. Umat Islam seyogianya mencontoh kebiasaan Nabi SAW bila benar-benar ingin mendapatkan keberkahan di bulan suci.

Perancang "Metode 30 Menit Bisa Baca Alquran" itu juga menjelaskan, dalam diri manusia terdapat sifat baik dan buruk. Artinya, manusia bisa berbuat baik ataupun buruk.

Yang tidak wajar, lanjut dia, bila manusia berbuat buruk secara berlebihan. Di dalam Alquran, orang-orang demikian disebut telah melampaui batas. "Kalau sekedar berbuat buruk, semua orang pernah melakukan perbuatan buruk, tapi kalau perbuatan buruknya berlebihan, Allah tidak suka," jelas Ustaz Farid.

Perbuatan yang melampaui batas akan merusak tatanan kehidupan di dunia. Allah menciptakan alam semesta ini dengan keseimbangan. "Kalau manusia melampaui batas dalam berbuat buruk pasti akan kacau, contoh seorang karyawan dalam sebuah perusahaan membuat kesalahan kecil maka dampaknya kecil, tapi kalau kesalahannya besar maka dampaknya besar," ujarnya.

Sekali lagi, dia mengingatkan, bulan puasa bisa menjadi ajang bagi umat Islam meningkatkan jumlah ibadah dan amal baik sambil memohon ampunan Allah. Supaya dosa-dosa yang telah diperbuatnya diampuni Allah dengan catatan tidak mengulangi dosa-dosa itu lagi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:republika.co.id
Kategori:DKI Jakarta, Umum, PON
wwwwww