Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
13 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

TNI Prediksi akan Ada Penyebaran Hoax Berujung Anarkis Pasca Pilpres

TNI Prediksi akan Ada Penyebaran Hoax Berujung Anarkis Pasca Pilpres
Selasa, 07 Mei 2019 16:31 WIB
JAKARTA - Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Polisi Republik Indonesia (Polri) telah mengantisipasi berbagai potensi yang timbul pasca Pemilihan Umum Serentak 2019. Salah satu yang turut menjadi perhatian TNI adalah penyebara berita bohong atau hoax.

"Diprediksi akan ada peningkatan penyebaran berita hoax di media (pasca pemilu). Hoax disebar karena ada aktor ingin memanfaatkan situasi yang berkembang," kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dalam rapat evaluasi pemilu bersama DPD RI dan instansi terkait di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Prediksi penyebara hoax diakui Marsekal Hadi bahkan sudah terbentuk dan terpolarisasi selama masa kampanye pemilu. Selama masa kampanye, lanjutnya, identitas primordial, kesukuan agama, dan kesenjangan sosial dapat dimanfaatkan dan menimbulkan anarkisme massa.

Penyebaran hoax dinilai efektif mengingat masyarakat Indonesia memiliki tipikal yang mudah terprovokasi.

"Apabila eskalasi tidak dapat dikendalikan, stabilitas keamanan akan terganggu. Sebagian masyarakat kita masih memiliki sifat yang mudah terprovokasi dan mudah berubah jadi amuk. Sebab ini yang dimanfaatkan oleh aktor (penyebar) tersebut," jelasnya.

Guna menghadapi berbagai situasi yang telah diprediksi ini, TNI telah menyiapkan berbagai langkah antisipasif.

"Antara lain melaksanakan pengumpulan data dan pemetaan adanya potensi konflik maupun indikasi pengarahan massa di masing-masing wilayah. Melalui pembinaan teritorial, saya telah memerintahkan tiap satuan kewilayahan untuk membangun kedewasaan politik masyarakat," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.CO
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww