Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Waduh... Ternyata Dua Menteri Jokowi Tumbang di Dapil Jabar VI

Waduh... Ternyata Dua Menteri Jokowi Tumbang di Dapil Jabar VI
Sabtu, 11 Mei 2019 20:52 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin (PPP) dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Hanif Dhakiri (PKB) tak meraih suara signifikan dalam kontestasi Pileg DPR RI 2019 di Dapil Jawa Barat VI.

Hasil Pleno KPUD Kota Bekasi & Kota Depok menetapkan, Caleg yang berhasil melenggang ke Senayan dari 'Dapil neraka' yang memperbutkan hanya 6 kursi DPR RI itu adalah; Intan Fauzi (PAN/Petahana), Mahfudz Abdurrahman (PKS/Petahana), Nuroji (Gerindra/Petahana), Nur Azizah (PKS), Sukur Nababan (PDIP/Petahana) dan Wenny Haryanto (Golkar/Petahana).

Hal ini, dijelaskan Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, sebagai bukti bahwa popularitas seorang calon tidak menjamin keterpilihannya dalam kontestasi.

"Kalau pak Hanif dan Pak Lukman gagal, tidak terlalu mengejutkan. Namanya perjuangan, bisa kalah dan bisa menang. Tetapi ini menjadi refleksi dan evaluasi bagi siapapun Caleg nanti,” kata Ujang kepada wartawan, Sabtu (11/05/2019).

Artinya, Ujang melanjutkan, penting setiap Caleg, bahkan bagi seorang Caleg selevel pejabat Negara sekalipun, untuk turun ke Daerah Pemilihan (Dapil) atau menghindari pola; hanya turun ke Dapil di ujung masa kampanye.

“Dia harus turun sejak awal agar dikenal masyarakat, sehingga masyarakat merasakan jabatan yang mereka emban. Selama Caleg tidak turun, masyarakat tidak mengenal mereka walaupun incumbent (atau menteri, red),” jelas Ujang.

Ujang mengatakan, kalau saja Hanif dan Lukman punya investasi politik di Dapilnya, maka keduanya pasti terpilih. “Namun dugaan saya, investasi politik dari dua pejabat Negara ini tidak ada. Hal ini membuat masyarakat tidak memilih keduanya,”.

Senada dengan Ujang, Peneliti Senior Forum Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus mengaku persaingan di Dapil Jabar VI sangat ketat sekali. Karena itu, selain popular, keterpilihan seorang Caleg juga ditentukan kedekatan emosional antara Caleg dan pemilih.

“Jadi bagi saya, gagalnya figur popular, artis ataupun Menteri bukan fenomena baru. Pemilu 2014 lalu ada begitu banyak pesohor yang bertarung, tetapi hanya beberapa saja yang berhasil menuju Senayan,” kata Lucius.

Seperti diketahui, Dapil Jabar VI disebut Dapil neraka karena banyak pesohor yang bertarung untuk menuju Senayan. Selain Lukman dan Hanif, pesohor lain yang bertarung di Jabar 6 dan kandas adalah; Aktor Fauzi Badila (Gerindra), Aktris Angle Karamoy (PDI Perjuangan), Aktris Lucky Hakim (Nasdem/Petahana) dan Lawyer kondang, Farhat Abas (PKB).

Di Jabar VI, 96 Caleg dari 16 Partai Politik (Parpol) bertarung memperebutkan hanya 6 kursi DPR RI.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww