Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
24 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Banyak Data Tak Sinkron, Rekap Suara di Sumbar Sudah Molor 2 Hari

Banyak Data Tak Sinkron, Rekap Suara di Sumbar Sudah Molor 2 Hari
ilustrasi
Minggu, 12 Mei 2019 13:14 WIB

PADANG - Proses rekapitulasi penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Propinsi Sumatera Barat (Sumbar) sudah molor dua hari dari jadwal. Rekap molor karena persoalan pencatatan data yang tidak sinkron dan bertele-tele.

Menurut jadwal, seharusnya sudah selesai pada Jumat (10/5/2019) lalu, namun hingga Minggu (12/5/2019), proses rekap masih berlangsung alot.

Molornya jadwal rekap ini diakui Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani. Hal ini disebabkan banyaknya rekapitulasi di tingkat kabupaten yang dihentikan.

"Ini memang keluar dari jadwal semula," kata Izwaryani seperti dilansir detikcom.

Beberapa daerah yang sempat dihentikan adalah Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Tanah Datar, Pasaman, 50 Kota dan Kota Payakumbuh.

"Masih banyak yang belum sinkron sehingga harus dihentikan," jelas dia.

Penghentian itu juga sesuai dengan rekomendasi Bawaslu Sumatera Barat. "Masih banyak temuan kejanggalan dan perbedaan data dalam berita acara," kata Komisioner Bawaslu Sumbar, Vifner.

Selain Bawaslu, beberapa saksi partai juga menyampaikan keberatan terkait dengan perbedaan data dalam berita acara yang sedang dibacakan tersebut.

Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, masih ada 2 daerah lagi yang belum menyelesaikan rekapitulasi, yakni 50 Kota dan Payakumbuh. ***

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:Badminton, Olympic, Metropolitan, Sumatera Barat
wwwwww