Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dukung 'Physical Distancing', PMJ Perpanjang Masa Berlaku SIM
Umum
24 jam yang lalu
Dukung Physical Distancing, PMJ Perpanjang Masa Berlaku SIM
2
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
9 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
3
LIPI Gandeng PT Biosains Medika Indonesia Ciptakan RT LAMP
Kesehatan
23 jam yang lalu
LIPI Gandeng PT Biosains Medika Indonesia Ciptakan RT LAMP
4
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
8 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
6 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN
Peristiwa
20 jam yang lalu
Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jadi Mata-Mata Inggris di Proyek Penyusupan Budaya, Wanita Iran Dihukum 10 Tahun Bui

Jadi Mata-Mata Inggris di Proyek Penyusupan Budaya, Wanita Iran Dihukum 10 Tahun Bui
Senin, 13 Mei 2019 23:23 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
IRAN - Juru Bicara otoritas Kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili mengungkapkan, pihaknya telah menjatuhkan vonis 10 tahun penjara terhadap seorang warganya atas dakwaan spionase untuk Inggris.

"Seorang warga Iran yang bertugas mengurusi desk Iran di British Council dan bekerja sama dengan badan intelijen Inggris dihukum 10 tahun penjara setelah pengakuan jelas," ujar Esmaili seperti dilansir Reuters dalam berita berjudul "Iran says it has sentenced Iranian woman to 10 years for spying for UK" pada Senin (13/05/2019).

Esmaili tak mengungkap kepada pers, detil identitas wanita mata-mata itu, tapi disebutkan, wanita Iran itu merupakan mahasiswi di Inggris sebelum direkrut oleh British Council (Badan Budaya Inggris di luar negeri), dan ditugaskan dalam proyek 'penyusupan budaya' di Iran.

Sebelum vonis ini, wanita Iran yang memata-matai negaranya sendiri itu telah ditahan selama nyaris 1 tahun. Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri Inggris terkait vonis ini.

Penangkapan warga Iran terkait spionase meningkat sejak pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menyebut adanya 'penyusupan' agan-agen Barat di negaranya.

Hubungan Iran dengan negara-negara Barat semakin memburuk, khususnya setelah Amerika Serikat (AS) menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran. Inggris yang menjadi salah satu penanda tangan kesepakatan nuklir Iran tetap mempertahankan kesepakatan itu, sama seperti negara-negara Eropa lainnya yang juga menandatangani kesepakatan nuklir tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Reuters
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww