Motor Raib di Polda Metro, Gedung Parkir Megah tak Berikan Rasa Aman

Motor Raib di Polda Metro, Gedung Parkir Megah tak Berikan Rasa Aman
Senin, 13 Mei 2019 22:56 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Malang benar nasib salah seorang pengunjung markas Polda Metro Jaya berinisial ETW (24), motor ninja merah bernopol B 3259 FUS yang biasa ia kendarai tiba-tiba raib dari lantai 2 gedung parkir motor tempat ia memarkirkan kendaraannya, Senin (13/5/2019).

Setelah mengetahui motornya raib, ia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan diterima oleh Kompol Insan Himawan selaku kepala Siaga 1.

Menurut informasi rekan-rekan sejawatnya, saat masuk markas Polda Metro ia tak dapat mengambil karcis masuk karena palang pintu otomatis tak diaktifkan.

"Dia masuk Polda pagi-pagi banget, palang pintu otomatisnya belum diaktifkan jadi tak ada karcisnya. Ada sih petugas yang jaga tapi dia suruh terus saja," kata Eka ketika dimintai keterangan terkait hal tersebut melalui sambungan telepon, Senin (13/5/2019).

Karena ketiadaan karcis tersebut, pihak korban (ETW) yang mengalami kejadian apes tersebut tak bisa mengajukan klaim guna dimintai ganti rugi karena kehilangan.

Sejak kepemimpinan AKBP Budi Irawan sebagai Kayanma, memang sekilas lahan parkir di Mapolda Metro Jaya tampak rapih. Dua gedung parkir megah yang dibangun tak dapat menjamin harta benda aman dari gangguan dan ancaman kehilangan.

Atas kejadian tersebut, beberapa warga yang datang di Mapolda Metro Jaya menjadi was-was dan tidak percaya dengan pengamanan yang diberikan oleh pihak Yanma dan pengelola parkir.

Ilham (45), warga Jakarta Selatan yang datang mengurus pajak sempat kaget dengan kondisi parkir yang carut marut, meskipun telah berdiri dua gedung parkir megah. Ia tambah terheran-heran lagi dengan informasi kehilangan motor hari ini.

"Berani sekali maling masuk Polda ya, gimana cara keluarnya ya? Kan harus pake karcis. Saya jadi takut dan was-was parkirkan motor saya di gedung parkir itu," kata Ilham.

Hal senada diungkapkan oleh Desi (36) warga Petamburan mengatakan kekuatirannya jika sarang macan bisa bisa terjadi sasaran oknum maling.

"Sepertinya gak masuk akal ya, kadang macan bisa kemalingan. Jika hal ini tidak bisa diatasi maka rasa aman dan nyaman bagi orang-orang seperti kami tak dapat terpenuhi," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww