Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

GP Ansor DKI Jakarta Tegas Tolak 'People Power'

GP Ansor DKI Jakarta Tegas Tolak People Power
Selasa, 14 Mei 2019 21:31 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Warga GP Ansor menyatakan perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019 di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta berjalan dengan aman, damai dan tanpa kecurangan.

Fatwa ini keluar langsung dari ketua GP Ansor DKI Jakarta, Abdul Azis. Ia dengan tegas menolak rencana pelaksanaan aksi people power dan siap membantu TNI dan Polri menghadang aksi tersebut.

"Ya kita akan menghadang klo ada orang datang ke Jakarta, kita siapkan juga people power Banser. Bersama TNI dan Polri Kita hadang," kata Abdul di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Abdul dengan tegas tidak mendukung aksi tersebut, karena tak ada bedanya dengan perbuatan makar.

"Menurut mereka itu people power itu kekuatan rakyat yang menganggap Pemilu itu ada kecurangan, namun bagi kita itu gak ada bedanya dengan makar melawan Undang-Undang serta ingin memecah belah masyarakat. Ini sungguh terlalu berlebihan," jelasnya.

Ia mencontohkan, kasus yang menimpa Eggi Sudjana bukan bentuk kriminalisasi oleh pemerintah. S'bab pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan merilis hasil penghitungan pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

"Menurut saya jika sudah mengajak orang berbuat untuk melawan negara ya itu salah. Karena hasil Pemilukan belum ada kok, dan tidak ada bukti kecurangan yang ditetapkan pengadilan. Kalau dia mau gugat silahkan ke hukum yang ada. Buat saya Anshor sudah sepakat bahwa people power itu buat kami tuh adalah perbuatan makar yang melawan terhadap hukum kalau dilakukan hari ini dan tidak ada dasarnya. Kalau mereka maksa people power ya DKI siap berhadapan dengan mereka, jadi jangan ngada-ngadalah gitu sih. Yang penting bulan Romadon adem, kalau maksa kita turun lah," tandasnya.

Ia menyesalkan perkataan Eggi yang merujuk KPU agar salah satu Paslon didiskualifikasi sebagai calon presiden.

"Nggak begitu, pertama KPU belum tetapkan pemenangnya bahkan pengumuman resminya saja belum, kedua kalau pun ada kecurangan silakan melalui hukum yang ada gitu loh. Kalau dia nggak percaya terhadap hukum yang ada ya pindah aja dari Republik negara ini suruh bikin negara baru aja," tegasnya.

Abdul menambahkan, pihaknya sudah menyiagakan 1000 Banser untuk menjaga KPU dan membantu pihak pengamanan.

Massa kita udah siap untuk tanggal 22, sama-sama jaga KPU. Di hari itu kita long march dari PBNU Ke KPU sekaligus untuk menjaga KH Ma'ruf Amin," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww