Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
13 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
21 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
21 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
12 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
6
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
13 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Kota Bitung Tolak 'People Power'

Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Kota Bitung Tolak People Power
Selasa, 14 Mei 2019 18:24 WIB
Penulis: C. Karundeng
BITUNG - Tokoh masyarakat dan tokoh agama Kota Bitung menyatakan perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019 di 'Kota Cakalang' berjalan dengan aman dan tanpa kecurangan.

Tokoh masyarakat serta tokoh agama pun menolak rencana adanya aksi bertajuk people power

Salah satunya Ketua Dewan Masjid Kota Bitung, H Muhammad Yusuf Sultan. Ia dengan tegas menolak rencana pelaksanaan aksi people power berlangsung di Kota Bitung.

"Dengan ini menyatakan bahwa saya menolak gerakan atau ajakan dari siapa pun juga, yang mengajak untuk people power dengan alasan adanya keberatan hasil pemilu," katanya di Bitung, Selasa (14/5/2109)

Ia mengimbau semua pihak untuk bijak menyikapi persoalan Pemilu. Jika memang ditemukan dugaan adanya pelanggaran hukum, warga diminta menempuh jalur hukum.

"Apabila ada pihak yang keberatan atau tidak setuju dengan hasil pemilu, maka tempuhlah jalur hukum berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita," imbaunya.

Senada disampaikan Dewan penasehat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bitung, Ustad H Khaerudin Bandu. Ia juga dengan tegas menolak ajakan aksi people power.

"Dengan ini menyatakan bahwa saya menolak dengan adanya gerakan-gerakan people power yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu 2019 ini," katanya.

Menurutnya apabila ada yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilu, maka silahkan mengikuti jalur hukum yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia ini.

"Ingat, negara kita adalah negara hukum yang berdasarkan pancasila dan UUD'45.
Dan saya mendoakan kepada TNI dan Polri, supaya dapat melaksanakan dan menegakkan hukum di NKRI," tandasnya.***


wwwwww