Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
3
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Netizen Heboh Pelecehan Seksual Driver Grab, Komnas Perempuan: Perlindungan Aplikator Lemah

Netizen Heboh Pelecehan Seksual Driver Grab, Komnas Perempuan: Perlindungan Aplikator Lemah
Driver Grab asal Desa Jombatan, Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, ini hanya bisa pasrah saat digelandang petugas di ruang gelar perkara Mapolres Jombang, Kamis (24/1/2019).
Rabu, 15 Mei 2019 23:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komnas Perempuan menilai pelecehan penumpang perempuan Grab oleh pengemudi mitra yang terus berulang, merupakan buntut dari tanggung jawab parsial operator yang lemah. Dari kejadian, seharusnya terjadi pembenahan yang sistematis dan menyeluruh.

Pelecehan tersebut ramai diperbincangkan di sosial media, khususnya twitter dalam beberapa hari terakhir. Terhitung 13-14 Mei 2019, terlihat percakapan (mention dan retweeted) terkait pelecehan tersebut mencapai 135 postingan.

Kasus itu bermula dengan seorang gadis, penumpang Grab, mengaku mengalami perlakuan pelecehan seksual. Pada 11 Mei, temannya bernama Sarah Noer pemilik akun twitter @noergasme, menayangkan kronologis kejadian yang menimpa si gadis.

Unggahan berupa tangkapan layar komunikasi antara Sarah dan temannya yang jadi korban tersebut menjelaskan, ada kerentanan bagi penumpang wanita sebagai pengguna Grab.  Dalam tangkapan layar yang diunggah pada akun twitter tersebut, secara jelas ada identitas akun sang pengemudi berinisial AS.

Berdasarkan informasi tersebut, korban sebenarnya telah mengendus gelagat tak baik dari pengemudi. Sepanjang jalan, pengemudi Grab itu dengan sengaja memainkan rem, agar dada penumpang menempel ke punggung si pelaku.

Singkat cerita, korban memilih turun sebelum sampai tujuan. Nahas, sewaktu korban berjalan kaki tak jauh dari titik turun, pelaku dengan mengendarai sepeda motornya, malah meremas payudara korban.

Segera Respons

Kejadian inipun telah direspons Grab. Akun GrabId, “Terima kasih atas data yang kakak berikan, kami akan segera melakukan pengecekan terkait hal ini,” balas tweet kepada Sarah Noer.

Sarah Noer memperingatkan bahwa kejadian yang menimpa rekannya bukan kali pertama. "Bukan pertama, bukan kali kedua. Sistem kalian yang mesti kalian ubah," sergahnya.

Peristiwa yang seringkali menimpa penumpang Grab itupun dibenarkan Komisi Nasional untuk Perempuan (Komnas Perempuan). Menurut Pengampu Komnas Perempuan Imam Nakha’i, sejauh ini perlindungan konsumen dari aplikator lemah.

Dia mengutarakan selama ini, aplikator tidak melakukan perubahan secara menyeluruh untuk meningkatkan perlindungan konsumen perempuan. "Jika terjadi pelecehan, terhadap pelaku, hanya dikeluarkan saja akunnya. Selebihnya korban yang menanggung," tegasnya.

Imam mengungkapkan sebenarnya kejadian seperti yang menimpat penumpang perempuan dari Grab, bisa dicegah. Pasalnya, kejadian serupa bukan pertama kali muncul.

"Dari Komnas [Perempuan], kami mendorong aplikator juga membenahi sistem penerimaan pengemudi mitra. Harus mereka awasi, kaji, dan evaluasi siapa calon pengemudi, rekam jejak seperti apa," ungkapnya.

Di sisi lain, Imam melanjutkan tindakan pelecehan juga bersumber dari paradigma pelaku yang salah. "Relasi kekuasaan, dominasi, yang ada di kepala pelaku juga harus dibenahi," tegas Imam.***

wwwwww