Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dinyatakan Langgar Tata Cara, KPU: Situng Tetap Akan Ada

Dinyatakan Langgar Tata Cara, KPU: Situng Tetap Akan Ada
Kamis, 16 Mei 2019 19:39 WIB
JAKARTA - Bawaslu memutuskan KPU melanggar tata cara dan prosedur saat input Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) namun meminta Situng KPU untuk tetap ada. Berikut rangkumannya.

Putusan ini diketok saat sidang di Kantor Bawaslu RI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019). Putusan diketok merespons aduan laporan adanya kecurangan dalam situng KPU diajukan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Kamis (2/5). Laporan itu pun teregistrasi dengan Nomor 07/LP/PP/ADM/RI/00.00/V/2019. Dalam laporannya BPN meminta agar Situng KPU dihentikan.

Dalam putusannya, Bawaslu menyatakan Situng sudah sesuai dengan kewenangan KPU yang ada di aturan. Keberadaannya diakui oleh UU. Bawaslu juga menilai urgensi keberadaan Situng KPU adalah untuk keterbukaan akses informasi publik dan dijalankan sebagai bentuk akuntabilitas KPU terhadap publik.

"Oleh karenanya keberadaan Situng hendaknya dipertahankan sebagai instrumen yang digunakan KPU dalam menjamin keterbukaan dan akses informasi dalam penyelenggaran pemilu bagi masyarakat," kata Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo saat sidang.

Meski demikian, Bawaslu berpendapat KPU melanggar tata cara dan prosedur saat input data Situng. KPU pun diminta memperbaiki tata cara tersebut.

"Mengadili, satu, menyatakan KPU terbukti secara sah melanggar tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi penghitungan suara atau Situng. Dua, memerintahkan KPU untuk memperbaiki tata cara dan prosedur dalam input data sistem informasi pemungutan suara dalam situng," ujar Ketua Majelis Hakim Abhan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:DETIK.COM
Kategori:Badminton, PON, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww