Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Home  /  Berita  /  Badminton

Warning Fahri ke KPU, Kecurangan Massif Harus Dijawab agar Tak Ada Goncangan

Warning Fahri ke KPU, Kecurangan Massif Harus Dijawab agar Tak Ada Goncangan
Kamis, 16 Mei 2019 19:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan, massifnya kecurangan di pelaksanaan pemilu serentak 2019 kali ini, utamanya pemilu presiden (pilpres), bukan hanya dikeluhkan dari yang kalah, tetapi juga dari pihak pemenang. Sayangnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara tidak menerimanya dengan keprihatinan.

"Kesan saya, penyelenggara pemilu bilang gini, "Salah sendiri gak curang, pemilu ini memang di-disain curang kok, silahkan curang sebesar-besarnya dan kecurangan yang tidak bisa dibuktikan akan menjadi kemenangan yang sah. Selama gugatan tidak mengurangi angka curang maka sia-sia saja!" ujar Fahri kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2019).  

Dulu, lanjut Fahri ada kecurangan, retail dan kecil, diam-diam dan hanya buah bibir. Namun sekarang, kecurangan telah diperingatkan tapi didiamkan. Mulai dari rekayasa DPT, manipulasi pencoblosan sampai sulap-menyulap rekap suara.

"Sikap penyelenggara pemilu sama, memuji diri sendiri dengan segala cara. Sikap penyelenggara pemilu yang mau menang sendiri sekarang ini, saya khawatirkan akan menyebabkan lahirnya goncangan di tengah publik," kata dia.

Meski kecurangan nampak jelas, inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu melihat tidak ada yang mau tampil menjawab kegelisahan publik, yang banyak adalah yang membela diri secara berlebihan, bahkan mengancam yang bertanya.

"Nanti kalau kegelisahan ini menjadi bara api yang menyebar, kesadaran kita terlambat sudah. Masih ada waktu untuk bersikap arif dan bijaksana atau paling tidak, sudilah mendengar apa adanya, akuilah kelemahan dan mau membentuk tim investigasi bersama agar hasil pemilu ini bersih dan legitimate diterima oleh semua pihak dan melahirkan pemimpin berwibawa dan terhormat," cetus Fahri mengingatkan.***

wwwwww