Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
23 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
2
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
3
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
23 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
4
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
21 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
5
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
6
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Peristiwa
16 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berbela Sungkawa Terhadap Korban Meninggal, Prabowo: Mohon TNI-Polri Jangan Gunakan Senjata untuk Tembaki Rakyat

Berbela Sungkawa Terhadap Korban Meninggal, Prabowo: Mohon TNI-Polri Jangan Gunakan Senjata untuk Tembaki Rakyat
Rabu, 22 Mei 2019 16:53 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait dengan aksi yang dilakukan masyarakat di Gedung Bawaslu, Prabowo minta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan yang menimbulkan perpecahan.

Prabowo secara khusus juga menyampaikan duka terhadap keluarga yang menjadi korban baik luka dan meninggal dalam aksi 22 Mei ini.

"Saya turut berduka cita, saya mohon kepada TNI-Polri tidak menggunakan senjata untuk menembaki rakyat. Kita sama-sama warga negara, jangan sampai ada korban yang jatuh lagi," ujar Prabowo, Rabu (22/5/2019).

Ia juga mengimbau masyarakat, agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. "Jika anda, masyarakat terutama pendukung saya, tolong jaga negara ini supaya kondusif. Mari sama-sama kita jaga kedamaian,"

"Kepada semua yang masih mendengar saya, kepada pendukung saya, hindari kekerasan fisik, hormatilah pejabat hukum, jangan sekali sekali menggunakan kekerasan," timpalnya.

Bahkan kata Prabowo, jika dipukul sekalipun, warga diminta tidak melawan. "Ini memang berat, berat sekali. Jika ada salah paham dan dipukul jangan melawan, ini berat tapi ini demi seluruh bangsa dan seluruh umat serta seluruh agama, mari hindari kekerasan," pungkas Prabowo.

Sebelumnya, Jokowi kembali menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir aksi-aksi kekerasan. "Jika tidak puas dengan hasil pemilu dan pilpres, silahkan gunakan mekanisme yang ada, silahkan melalui MK," ujar Jokowi saat konfrensi pers bersama Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Tito Karnavian di Istana, Rabu (22/5/2019).

Jokowi juga meminta, agar masyarakat fokus dalam beribadah bulan suci ramadan dan menghindari aksi-aksi anarkis. "Ini bulan ramadan, bulan yang penuh kasih sayang, kita harus saling menghormati dan menghargai, apalagi umat islam, berbuat baik dan amal soleh, untuk pilpres, jika masyarakat tidak menerima hasil silahkan gunakan mekanisme yang ada dengan menggugat ke MK," tegas Jokowi.

"Dan perlu diingat, Saya tidak akan tolerir siapapun yang akan menganggu kemanan negeri ini, apalagi bagi perusuh yang akan merusak NKRI, tidak ada ruang, tidak ada pilihan, TNI polri akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.

Namun demikian kata Jokowi, situasi saat ini masih terkendali, masyarakat pun diimbau tidak perlu kuatir. "Saya mengajak mari merajut kembali persatuan kita, persaudaraan dan kerukunan kita, karena indonesia adalah rumah kita bersama," pungkas Jokowi.***


wwwwww