Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
7 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
3
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
14 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
4
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
2 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dua Perguruan Silat PSHT dan Kera Sakti Bentrok di NTT, Satu Pemuda Tewas Ditikam

Dua Perguruan Silat PSHT dan Kera Sakti Bentrok di NTT, Satu Pemuda Tewas Ditikam
Kamis, 06 Juni 2019 19:58 WIB
KUPANG - Bentrokan dua kelompok perguruan silat terjadi di Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (6/6) dini hari tadi. Akibat bentrok itu satu orang tewas.

Kejadian itu berawal ketika Ramos Horta Soares (19), korban tewas, mendatangi tempat pesta di lokasi seratus Desa Manusak sekitar pukul 02.00 wita. Korban kemudian diajak duduk beberapa orang yang tidak dikenalnya.

Beberapa saat kemudian, terjadi keributan mengakibatkan korban tertikam menggunakan benda tajam. Pelaku diketahui berinisial MAB. "Korban meninggal dunia di RSUD Naibonat," Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Amalo.

Menurut Simson, kejadian itu mengakibatkan dua kelompok perguruan bela diri terlibat bentrok. Dua kelompok itu, yakni Perguruan Kera Sakti dan PSHT.

Ramos merupakan murid dari perguruan PSHT. Sedangkan terduga pelaku berasal dari perguruan Kera Sakti.

Bentrok pun meluas. Kelompok massa yang diduga dari pihak korban pagi harinya melakukan aksi balas dendam. Bentrok itu terjadi hingga pukul 10.24 Wita.

Aksi balas dendam itu mengakibatkan rumah milik Gaspar Dos Santos, 65 tahun, dirusak massa. Sejumlah barang hancur dan satu unit sepeda motor dibakar.

Bentrokan itu menyebabkan korban berjatuhan dari kedua kelompok. Tiga warga dari kelompok penyerang diketahui mengalami luka akibat terkena senjata tajam. Sementara satu dari kelompok yang diserang mengalami luka.

"Tiga korban dari kelompok penyerang mengalami luka panah. Sedangkan dari kelompok yang diserang, satu korban dengan luka lemparan batu," ujarnya.

Aparat gabungan TNI-Polri diterjunkan mengamankan lokasi bentrokan. Situasi saat ini berangsur kondusif.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:MERDEKA.COM
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Hukum, Nusa Tenggara Timur

wwwwww