Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
10 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
14 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
9 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Balai Bahasa Riau: FTBM Miliki Peluang Besar Kontribusi Literasi

Balai Bahasa Riau: FTBM Miliki Peluang Besar Kontribusi Literasi
Minggu, 30 Juni 2019 19:49 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Dalam membangkitkan minat baca masyarakat serta sebagai sebuah wadah kegiatan belajar untuk mendukung peningkatan gerakan literasi, Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Riau resmi dilantik.

Kepengurusan FTBM ialah sebagai perpanjangan tangan sekaligus mitra kerja Pemerintah Daerah termasuk Balai Bahasa Riau (BBR) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta sebagai kepala Gerakan Literasi Nasional (GLN)

Kepala Balai Bahasa Riau, Drs. Songgo A. Siruah, mengapresiasi telah dibentuknya kepengurusan FTBM di Bumi Lancang Kuning, menurutnya hal ini memiliki peluang yang cukup besar dalam kontribusi upaya pencerdasan anak bangsa melalu literasi.

Karena dalam literasi tidak hanya membaca dan menulis saja namun memiliki arti yang cukup luas.

"Kita tidak lagi fokus pada membaca sebagai pengetahuan, tetapi membaca merupakan proses dan hasil teknologi dari keterampilan untuk menjalani hidup," kata Songgo, di Pekanbaru, Minggu (30/6/2019).

Dijelaskan, Bahasa Indonesia hanya sebagai sarana berliterasi yaitu membaca, menulis dan berhitung. Namun walaupun begitu diperlukan juga pembelajaran agar bisa menulis dan bertutur dengan baik, benar dan santun.

"Produk literasi sebagai bahan bacaan, tidak boleh melanggar norma bahasa, agama, adat dan negara," tambahnya.

Itulah mengapa ketika ada kesalahan penulisan atau buku yang keluar dari norma-norma tersebut, balai bahasa menjadi orang yang akan bertanggungjawab akan hal itu.

Walaupun begitu keterlibatan semua pihak sangat diperlukan, termasuk dalam penulis, penerbit dan pemodalan.

Karena tujuan akhir aktivitas membaca dari literasi ialah untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Ketua FTBM Provinsi Riau Sutriyono mengatakan, usai dilantik beberapa program kerja akan langsung dijalankan, salah satunya yaitu dengan membentuk forum taman baca di 12 Kabupaten kota.

"Kami akan menjalankan beberapa program, namun dalam waktu dekat akan membentuk kepengurusan disetiap Kabupaten," kata Sutriono.

Sutriono menuturkan FTBM ini merupakan kumpulan dari beberapa komunitas pegiat literasi, tidak dipungkiri siapa saja yang berglut di bidang ini dapat bergabung.

Ia juga mengharapkan dengan telah dibentuknya forum taman baca dapat memajukan literasi di Riau.

"Dengan telah terbentuknya kepengurusan FTBM, diharapkan dapat memajukan Riau dengan giat literasi," tutupnya. ***

Kategori:Umum, Riau, PON, Badminton
wwwwww