Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
11 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
5
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
6 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Anak Imigran Bisa Sekolah di Pekanbaru, Kadisdik: Tidak Ada Perhatian Khusus

Anak Imigran Bisa Sekolah di Pekanbaru, Kadisdik: Tidak Ada Perhatian Khusus
Anak imiggran (int)
Minggu, 30 Juni 2019 20:00 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengatakan ada sekitar 60 anak imigran khusus tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berpeluang masuk tahun ajaran 2019/2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan mereka bisa menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki jarak terdekat dari tempat penampungan.

"Untuk sekolah mana saja saya kurang tau, intinya sekolah yang dituju adalah sekolah yang berada di sekitar penampungan," kata Abdul Jamal di Pekanbaru, Minggu (30/6/2019).

Jamal menuturkan, dalam hal ini tidak semua murid imigran ditempatkan dalam satu sekolah, karena tujuannya yaitu memanfaatkan kursi yang kosong.

Misalkan, sekolah tersebut kekurangan murid sekitar 3 atau 4 orang, jadi anak imigran bisa didaftarkan sesuai dengan jumlah kuota dan daya tampung yang tersedia.

Untuk persyaratan, anak tersebut harus bisa berbahasa Indonesia agar dapat berbaur dan mengikuti pelajaran di sekolah

Jamal mengklaim tidak ada perhatian khusus yang diberikan baik dari segi pembelajaran, sarana maupun prasarana.

"Tidak ada perhatian khusus, karena dalam pemberlajaran gurunya itu juga, pelajaran gak ada yang istimewa dan mereka sama seperti peserta didik lainya," tambahnya.

Ditambahkan, penerimaan anak imigran akan dilakukan usai pelaksanaan PPDB. ***

Kategori:Umum, Riau, Badminton
wwwwww