Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Gerhana Matahari Total, LAPAN Sebut Tak Ada Efek Kecuali...

Gerhana Matahari Total, LAPAN Sebut Tak Ada Efek Kecuali...
Ilustrasi: shutterstock
Selasa, 02 Juli 2019 17:28 WIB
JAKARTA - Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, gerhana matahari total yang terjadi hari ini, Selasa (02/07/2019) tidak memberikan efek signifikan bagi Indonesia.

"Tidak ada efeknya kecuali efek peningkatan pasang air laut yang biasa terjadi setiap bulan baru (pergantian bulan, red)," kata Thomas dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selian itu, gerhana matahari total kali ini juga tak bisa diamati dari Indonesia. Gerhana matahari total kali ini, bisa diamati di Pasifik dan Amerika Selatan.

Masyarakat yang berada di Samudera Pasifik bagian selatan, Amerika Selatan, Chile, dan Argentina, menjadi yang beruntung kali ini karena bisa mengamati penampakan gerhana matahari total.

Selain Amerika Selatan dan Chile, Space melaporkan negara-negara tetangga lainnya juga bisa melihat fenomena gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari total yang terjadi kali ini merupakan satu-satunya fenomena yag terjadi di tahun 2019. Selama terjadi gerhana, bulan akan membayangi bayangan gelap saat menghalangi matahari.

Area yang bisa melakukan pengamatan gerhana matahari total juga bisa melihat bintang-bintang dan planet-planet yang jarang terlihat saat siang.

Thomas menerangkan fenomena gerhana matahari terjadi sebanyak tiga kali di tahun 2019. Namun hanya ada satu gerhana matahari yang bisa diamati dari Indonesia.

"Gerhana matahari yang teramati di Indonesia 26 Desember 2019. Jalur gerhana matahari cincin melewati Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur," ucapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Lingkungan, Olympic, PON, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww