Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Home  /  Berita  /  Badminton

Memohon pada Presiden, Baiq Nuril: Saya Anak

Memohon pada Presiden, Baiq Nuril: Saya Anak
Surat Baiq Nuril | Dok. Twitter
Sabtu, 06 Juli 2019 17:20 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Peninjauan kembali (PK) kasus Penyebaran Konten Bermuatan Asusila yang diajukan oleh Baiq Nuril ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Baiq pun menulis surat untuk Jokowi.

Surat bertuliskan tulisan tangan Baiq Nuril tersebut berisi permohonan Baiq agar Presiden memberinya amnesti. Surat Baiq pun menyebar dan viral di media sosial.

Saat diwawancarai TVOne melalui 'Kabar Petang', Sabtu (06/07/2019), Baiq mengaku hanya tinggal berharap pada Presiden. Merasa tak punya jalur langsung ke Presiden, media sosial pun jadi saluran pilihan.

Dengan sedu sedannya, Baiq menganalogikan Indonesia sebagai sebuah keluarga. Presiden sebagai Bapak dan "saya anak".

Untuk diketahui, pasca putusan MA, maka Baiq mesti menjalani hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta rupiah.***

wwwwww