Ramai soal 'Komodo', Ini Kabar-kabar yang Perlu Kamu Tahu!

Ramai soal Komodo, Ini Kabar-kabar yang Perlu Kamu Tahu!
Kolase Dok. ONE dan Twgram
Sabtu, 06 Juli 2019 13:55 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ajang 'ONE: Masters of Destiny akan bergulir di Kuala Lumpur, Malaysia pada pertengahan bulan Juli 2019 dengan menampilkan berbagai laga kelas dunia.

Puncaknya adalah sebuah pertandingan ulang memperebutkan tiket babak semifinal 'ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix antara Petchmorakot Petchyindee Academy dan Giorgio "The Doctor" Petrosyan.

Sebagai bagian dari Main Card atau Kartu Utama yang berisi beberapa pertandingan-pertandingan utama ajang ini, atlet mixed martial arts (MMA) Indonesia, Abro "The Black Komodo" Fernandes, akan tampil melawan atlet India, Gurdarshan "Saint Lion" Manat, dalam divisi flyweight. Demikian dilansir bolasport.

Perbincangan soal Komodo pun ramai secara daring. Tak hanya terkait julukan bagi Abro, tapi juga soal hewan terlindungi, Komodo, yang sering memasuki pemukiman warga saat musim kawin.

Di Malaysia, diduga sebagai seekor Komodo, terekam gambar sedang memanjat pagar rumah warga di Distrik Batu Pahat, Johor, 4 Juli lalu. Kejadian itu ikut heboh hingga ke Indonesia.

Warganet, menyebarkan beberapa meme tentang binatang tersebut dan warganet saling bertanya tentang kepastian binatang tersebut, 'komodo atau biawak?'.

Di Indonesia, peristiwa komodo masuk pemukiman warga juga bukan jarang terjadi. Seorang pengguna media sosial Facebook pada Sabtu (21/6/2019) lalu, menggungah gambar seekor Komodo (Varanus komodoensis Ouwens) yang ditangkap masyarakat desa Bari, kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat. Warga hendak membunuh Komodo tersebut.

Kejadian ini pun membuat gempar masyarakat di pesisir utara pantai laut Flores termasuk juga pihak Balai TN Komodo. Tim terpadu kemudian turun ke lokasi melakukan penyelamatan.

Kejadian Komodo masuk ke pemukiman warga juga terjadi di Kampung Tanjung, Desa Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Mengutip mongabay, Kasubag Evlap dan Kehumasan BKSDA NTT, Agustinus Djami Koreh mengatakan, Balai Besar KSDA NTT melalui Bidang KSDA Wilayah II, Seksi Konservasi Wilayah III bersama aparat pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Yayasan Komodo Survival Program, berjibaku menyelamatkan seekor biawak komodo pada Jumat (28/6/2019), lalu.

Komodo tersebut kata Agus, memasuki Kampung Tanjung, Desa Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Komodo (Varanus komodoensis Ouwens) di Indonesia, memang sering berkeliaran hingga ke pemukiman warga di kabupaten Manggarai Barat, Manggara Timur, NTT.

Komodo jantan masuk ke pemukiman warga pada Juni hingga Juli karena memperluas daerah jelajahnya untuk mencari betina saat musim kawin.

Dahulu sering terjadi konflik antara warga dan komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Namun berangsur hilang setelah ada sosialisasi dari Komodo Survival Program (KSP) bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan pemerintah daerah.

Pemerintah, diminta untuk melakukan pendataan secara menyeluruh jumlah komodo di kawasan Taman Nasional Komodo maupun di wilayah di luar TNK termasuk di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada.

Untuk diketahui, sebagai hewan endemik asli Indonesia, habitat asli Naga Komodo (Varanus komodoensis) ada di Pulau Komodo, NTT dan pulau-pulau di sekitarnya. Komodo hanyalah satu dari anggota keluarga Varanidae (kadal-kadalan besar) di Dunia.

Komodo punya beberapa saudara lain yang masih tergolong satu keluarga. Salah satu anggota keluarganya, yaitu dari keluarga Kadal Monitor (Biawak) Asia alias Varanus salvator, tepatnya subspesies yang dikenal sebagai Black Dragon (Varanus salvator komaini) asal Thailand, sempat bikin heboh di Instagram belum lama ini.***

Sumber:Berbagai sumber
Kategori:Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Lingkungan, Umum, GoNews Group

wwwwww