Loading...    
           
Siaran Pers

Buntut Ritual "Pecah Kendi", DPR Minta Garuda Fokus Perbaikan Pelayanan Jamaah Haji

Buntut Ritual Pecah Kendi, DPR Minta Garuda Fokus Perbaikan Pelayanan Jamaah Haji
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah saat peresmian Masjid di areal kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat | Foto: Zul Kardus
Senin, 08 Juli 2019 20:37 WIB
JAKARTA - Ritual 'Pecah Kendi' saat pelepasan keberangkatan calon jamaah haji musim 2019 oleh PT Garuda Indonesia menuai kecaman. Bahkan, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengusulkan agar PT Garuda Indonesia, fokus memperbaiki layanan kepada jamaah.

"Apalagi, tahun ini Pemerintah dan DPR menjanjikan perbaikan pelayanan. Memang tidak ada yang lain kecuali perbaikan pelayanan. Itu saja," tegas Fahri dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (8/7/2019), menanggapi viral video ritual "Pecah Kendi" dan cuci roda pesawat Garuda di pelepasan Haji 2019.

Garuda, menurut inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu, selayaknya fokus pada dukungan pada ritual yang diatur dalam syariat agama. Jangan menambah yang enggak-enggak, apalagi ditambah dengan prosesi 'Pecah Kendi' segala.

"Saya tidak tahu apa ada 'ritual khusus' sebelumnya. Tapi kalau sampai ada ritual yang menyinggung sisi sensitifitas umat Islam, itu bisa menimbulkan masalah baru," cetusnya.

Ditegaskan Fahri bahwa ibadah haji adalah ritual pemurnian akidah dan “Pecah Kendi” dianggap sebagai melanggar akidah ahlus sunah wal jamaah.

"Saya kira tidak perlu Garuda 'bermanuver' di luar kebiasaan dan di luar batas normal tersebut. Cukup layani jamaah haji Indonesia, perhatikan seluruh keperluannya sejak sebelum berangkat hingga mendarat. Layani dengan baik, niatkan sebagai bentuk pelayanan dan ibadah," pintanya.

Semoga dengan demikian, lanjut Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, jamaah bisa mendapatkan kepuasan, mendoakan yang terbaik bagi Garuda.

"Mereka doakan agar Garuda keluar dari masalah yang membelit, dan Garuda tetap menjadi maskapai kebanggaan bangsa ini," pungkas Fahri Hamzah.

Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia mengunggah video seremoni pelepasan acara. Sayangnya, video itu menimbulkan kegaduhan di antara warganet yang pro dan kontra.

Sebagian besar mereka menilai hal tersebut kontradiksi dengan Islam. Apalagi saat kegiatan umat untuk mendapat ridho sebagai haji mabrur di tanah suci Mekkah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat

       
        Loading...    
           
wwwwww