Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Akhmad Muqowam: UU 2 Tahun 2020 Abaikan Masyarakat Desa
2
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
Peristiwa
21 jam yang lalu
Usai Marah dan Usir Bos Inalum Saat Rapat, Ujungnya Anggota DPR Minta Dana CSR
3
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
Politik
20 jam yang lalu
Survei LKPI: Nina Dai Bahtiar Unggul di Pilbup Indramayu karena Rakyat Kecewa Politik Dinasti
4
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
Politik
23 jam yang lalu
Sultan Najamudin: DPD Siap Bantu Bulog Teggakkan Tiga Pilar Ketahanan Pangan
5
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
Hukum
20 jam yang lalu
Kompolnas Soroti Kasus Pemalsuan Label SNI Rugikan Negara Rp2,7 Triliun
6
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
DPR RI
20 jam yang lalu
Kawasan Wisata Terhambat Maju karena Sinyal, Mukhlis Minta Bantuan Operator
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri
Jum'at, 12 Juli 2019 17:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA  - Nama pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kini menjadi banyak perbincangan. Terutama soal kepulangannya, yang ditagihkan ke pemerintah dan sebagai salah satu syarat rekonsiliasi.

Mantan Kepala BIN, yang juga politisi senior PKPI A.M. Hendropriyono angkat bicara soal ini. Menurutnya, Rizieq Shihab tinggal pulang saja ke Indonesia.

"Kenapa minta pulang? Pulang saja. Kenapa minta pulang," ucap Hendropriyono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menuturkan, soal ada biaya sebesar Rp 110 juta sebagai denda lantaran over stay, tinggal dibayar saja oleh Rizieq.

"Bayar aja susah amat. Begini dulu ada lagu, kau yang mulai, kau yang mengakhiri. Dia pergi, pulang sendiri," ungkap Hendropriyono.

Soal menjadi syarat rekonsiliasi, justru menurutnya hal yan tak lazim. Menurutnya, sedari awal tidak ada yang menginginkan perpecahan.

"Siapa yang suruh bertentangan, sehingga ribut rekonsiliasi? Dalam demokrasi Pancasila tidak ada rekonsiliasi. Karena tidak ada bermusuhan, persatuan Indonesia. Kalau dibiarin ribut terus, tentara ribut ama polisi, tentara polisi ribut ama rakyat, kapan berhentinya," katanya.***


wwwwww