Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
Politik
18 jam yang lalu
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
2
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
3
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
24 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
4
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
Hukum
24 jam yang lalu
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
5
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
Politik
13 jam yang lalu
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
6
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri
Jum'at, 12 Juli 2019 17:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA  - Nama pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kini menjadi banyak perbincangan. Terutama soal kepulangannya, yang ditagihkan ke pemerintah dan sebagai salah satu syarat rekonsiliasi.

Mantan Kepala BIN, yang juga politisi senior PKPI A.M. Hendropriyono angkat bicara soal ini. Menurutnya, Rizieq Shihab tinggal pulang saja ke Indonesia.

"Kenapa minta pulang? Pulang saja. Kenapa minta pulang," ucap Hendropriyono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menuturkan, soal ada biaya sebesar Rp 110 juta sebagai denda lantaran over stay, tinggal dibayar saja oleh Rizieq.

"Bayar aja susah amat. Begini dulu ada lagu, kau yang mulai, kau yang mengakhiri. Dia pergi, pulang sendiri," ungkap Hendropriyono.

Soal menjadi syarat rekonsiliasi, justru menurutnya hal yan tak lazim. Menurutnya, sedari awal tidak ada yang menginginkan perpecahan.

"Siapa yang suruh bertentangan, sehingga ribut rekonsiliasi? Dalam demokrasi Pancasila tidak ada rekonsiliasi. Karena tidak ada bermusuhan, persatuan Indonesia. Kalau dibiarin ribut terus, tentara ribut ama polisi, tentara polisi ribut ama rakyat, kapan berhentinya," katanya.***

wwwwww