Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
19 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
13 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
14 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
12 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri

Soal Habib Rizieq, Hendropriyono: Dia Pergi Sendiri Ya Pulang Sendiri
Jum'at, 12 Juli 2019 17:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA  - Nama pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kini menjadi banyak perbincangan. Terutama soal kepulangannya, yang ditagihkan ke pemerintah dan sebagai salah satu syarat rekonsiliasi.

Mantan Kepala BIN, yang juga politisi senior PKPI A.M. Hendropriyono angkat bicara soal ini. Menurutnya, Rizieq Shihab tinggal pulang saja ke Indonesia.

"Kenapa minta pulang? Pulang saja. Kenapa minta pulang," ucap Hendropriyono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Dia menuturkan, soal ada biaya sebesar Rp 110 juta sebagai denda lantaran over stay, tinggal dibayar saja oleh Rizieq.

"Bayar aja susah amat. Begini dulu ada lagu, kau yang mulai, kau yang mengakhiri. Dia pergi, pulang sendiri," ungkap Hendropriyono.

Soal menjadi syarat rekonsiliasi, justru menurutnya hal yan tak lazim. Menurutnya, sedari awal tidak ada yang menginginkan perpecahan.

"Siapa yang suruh bertentangan, sehingga ribut rekonsiliasi? Dalam demokrasi Pancasila tidak ada rekonsiliasi. Karena tidak ada bermusuhan, persatuan Indonesia. Kalau dibiarin ribut terus, tentara ribut ama polisi, tentara polisi ribut ama rakyat, kapan berhentinya," katanya.***

wwwwww