Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
14 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
15 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
11 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

MOS Taruna Indonesia yang Tewaskan Siswa Diinventagasi, Lanjutan Temuan Forensiknya?

MOS Taruna Indonesia yang Tewaskan Siswa Diinventagasi, Lanjutan Temuan Forensiknya?
SMA Taruna Indonesia (Foto: Dok. smatarunaindonesia.sch.id)
Senin, 15 Juli 2019 06:47 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan dan jajaran kepolisian, menginvestigasi insiden tewasnya DBJ (14), salah satu calon taruna yang meninggal saat masa orientasi siswa (MOS) di SMA Semi Militer Plus, Taruna Indonesia, Palembang.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan, investigasi tersebut akan menyelidiki sistem MOS yang dilakukan oleh SMA Taruna.

"Apakah hal ini kesalahan tindakan atau suatu kejadian di luar keinginan panitia, yang akan menjadi rujukan apakah Disdik nanti. Kami sudah melakukan teguran keras, sudah saya wanti-wanti agar MOS bebas dari kekerasan fisik maupun mental," ujar Widodo, Minggu (14/7/2019).

Widodo menjelaskan, pelibatan pihak manapun termasuk pihak TNI dalam pembentukan karakter siswa, memang diizinkan jika memang sekolah bermaksud menerapkan sistem disiplin semi militer.

"Sepanjang semua kegiatannya terkait dan tidak berlebihan. Apalagi menyimpang dari tujuan sekolah, yaitu mendidik. Kurikulum mereka pun sama, kurikulum nasional hanya berbeda di pembentukan karakternya saja," ujar dia.

Widodo berharap, "tidak ada lagi tindakan yang mengakibatkan kejadian seperti itu (tewasnya DBJ, red) yang bisa jadi alasan pembenaran. Proses hukumnya, ada tidaknya tindak pidana, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan, kita serahkan semua ke polisi, kita tunggu hasilnya,".

Sebelumnya, calon siswa SMA Taruna Indonesia, Palembang, berinisial (DB), dinyatakan tewas pada Sabtu (13/7/2019). Dokter forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sumatera Selatan, Indra, mengungkap ada endapan darah di tubuh jenazah DBJ.

"Sudah dilakukan pemeriksaan ulang, dalam dan luar, dari luar ada kekerasan di kepala di dada dan kaki, dalam kepala juga ada resapan darah seperti benturan, kalau dilihat dari korban sudah kaku, mayatnya hampir enam jam, serta di dada juga ada resapan lumayan banyak," ungkap dokter Indra dikutip dari BangkaPos.***

wwwwww