Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Jika Tak Temukan Pelaku, Integritas TGPF Dipertanyakan

Jika Tak Temukan Pelaku, Integritas TGPF Dipertanyakan
Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo saat memberi pernyataan pers di gedung KPM, Kuningan, Jakarta, Selasa (16/7/2019). (Foto: Zul/GoNews)
Selasa, 16 Juli 2019 19:00 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo mengungkapkan, pihaknya berharap rilis hasil kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus teror terhadap Novel Baswedan bisa terang-benderang mengungkap nama.

"Kami minta tidak lagi bersifat rekomendasi. Besok sebut nama pelakunya sehingga bisa segera diadili. Baik pelaku lapangan maupun aktor intelektual," kata Yudi kepada wartawan di kantornya, Selasa (16/7/2019).

Menemukan sosok terduga pelaku, menurut Yudi, merupakan hal paling sederhana yang ditunggu kepastiaannya oleh berbagai pihak. Ia pun meminta agar "berbagai pihak yang selama ini berbantah-bantahan dan menyampaikan praduga, untuk menunggu hasil TGPF Polri besok,".

Jika pada rilis hasil temuan TGPF, tidak ditemukan aktor penyiraman air keras terhadap Novel, kata Yudi, "berarti TGPF gagal. Maka kami ingin dibentuk TGPF yang independen,".

Tidak ditemukannnya aktor penyiraman terhadap Novel, lanjut Yudi, juga berbuntut, "dipertanyakannya integritas Tim Gabungan atau Tim Pakar yang ada di situ,".

Wadah Pegawai KPK juga berharap, TGPF dalam rilisnya esok, bisa mengungkap ada atau tidaknya muatan politis dalam kasus Novel.

"Itu harus menjadi bagian dari hasil TGPF. Jangan sampai ada tuduhan-tuduhan kepada Bang Novel karena Bang Novel sebagai korban," kata Yudi.

Untuk diketahui, TGPF berencana mengungkap temuan mereka terkait kasus penyiraman air keras yang meyebabkan rusaknya mata penyidik KPK, Novel Baswedan. Hasil kerja TGPF yang juga telah sempat "memeriksa keterangan" dari jenderal polisi pun, rencananya akan dirilis esok, Rabu (17/7/2019).***

wwwwww