Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
18 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Desak Polisi Tak Proses Laporan soal UAS, Aktivis Riau: Jangan Pancing Kami!

Desak Polisi Tak Proses Laporan soal UAS, Aktivis Riau: Jangan Pancing Kami!
Aktivis Riau, Masril. (Istimewa)
Jum'at, 23 Agustus 2019 20:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Aktivis yang juga Ketua Komunitas Pekanbaru Kota Bertuah, Masril, berharap agar polemik terkait ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) tak lagi diperpanjang.

Masril juga berharap, agar laporan polisi yang sudah dilayangkan terhadap dai kondang itu dicabut saja. Demikian disampaikan Masril kepada GoNews.co, Jumat (23/8/2019).

"Kita minta oknum yang melaporkan UAS ke Polisi, segera mencabut laporanya," tegas Masril.

"Kami juga mendesak, agar Polri tidak memproses laporan itu. Jangan pancing emosi kami warga Riau," timpalnya.

Pasalnaya kata Masril, UAS sendiri sudah menjelaskan isi ceramahnya ke publik. "Beliau sudah tabayun dengan MUI. Uas secara gamblang sudah menjelaskan isi ceramahnya. Dai Riau itu tidak melakukan penistaan agama lain, tapi yang disampaikan di lingkungan umat islam, didalam masjid, hanya menjawab pertanyaan salah seorang jama'ah. Jadi dimana letak ceramah Ustad Abdul Somad (UAS) telah menghina atau menyinggung agama lain," ujarnya.

Lagi pula, kata Masril atau yang dikenal dengan Ardi Riau itu, kajian/pertanyaan dan jawaban Ustad Abdul Somad (UAS) itu terkait dengan akhidah umat islam, tentang keberadaan patung di dalam rumah.

"Dan aneh, video itu adalah ceramah 3 tahun lalu, kenapa tiba-tiba dipersoalkan sekarang," paparnya.

Ia juga mengatakan, dengan membawa masalah ini ke ranah hukum, sejatinya hanya akan melahirkan masalah baru. Salah satu di antaranya adalah saling mempolisikan dari kedua belah pihak.

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap friksi yang terjadi bisa dihilangkan dengan saling mencabut laporan polisi.

"Kalau pihak kepolisian tetap memproses laporan itu, kami sebagai warga masyarakat Riau, akan membela Ustad Abdul Somad. Karena beliau adalah salah seorang ulama besar di Riau yang juga bergelar datuk, yang dituakan, ditinggikan seranting, dan didahulukan selangkah, dan tentunya, kami siap turun ke jalan dengan massa yang besar," terangnaya.

"Karena bagi kami laporan terhadap ceramah Ustad Abdul Somad adalah perbuatan salah alamat. Jadi kami berpikir, ada apa dengan laporan tersebut, dan ada apa dengan penguasa ini, kok dengan gampang nya mengkriminalisasi ulama," pungkas pendiri ex relawan GRN PAS Riau itu.***

wwwwww