Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Tak Punya Masalah, UAS Salat Hajat dan Beri Buku ke Deddy Corbuzier

Tak Punya Masalah, UAS Salat Hajat dan Beri Buku ke Deddy Corbuzier
dok Youtube.com
Senin, 26 Agustus 2019 14:57 WIB
JAKARTA - Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa dengan sebutan UAS menuai polemik karena viralnya potongan video soal ceramahnya tentang salib, beberapa waktu lalu. Banyak orang mengomentari kasus tersebut, termasuk mentalis dan presenter ternama Deddy Corbuzier.

Pria berkepala plontos yang baru saja menjadi mualaf tersebut dalam akunnya di media sosial mengunggah pendapatnya soal salib. Walau begitu, dia tak menyebut siapa pihak yang disindirnya.

"Lambang salib merah di ambulance itu bukan salib Kristen, Bambang!! Itu lambang bendera Swiss sebagai negara yang pertama membuat Palang Merah. Gue muslim, gw enggak nolak barang-barang buatan 'kafir'," tulisnya, beberapa waktu lalu.

Dan karena cuitannya dianggap menyerang UAS, akhirnya Deddy memberikan klarifikasi. Dalam akunnya di Instagram, dia menulis permintaan maaf. Deddy mengaku enggak punya maksud menyinggung satu tokoh agama.

"Saya mohon maaf sedalam-dalamnya pada siapapun yang tersinggung atas tweet saya kemarin dan dianggap menuju pada satu tokoh agama," ujarnya.

Deddy menjelaskan bahwa sebenarnya cuitannya tersebut tujuannya untuk menutup kesedihan dirinya atas komentar-komentar netizen di media sosialnya, yang tiba-tiba bertanya apakah dia menyesal menjadi mualaf. Dia mengaku, sakit mendengar pertanyaan itu.

"Itulah akhirnya saya panggil woi Bambang.. (buat jawaban ke mereka! bukan untuk satu orang). Karena kalau tujuannya ke satu orang, tipe saya sejak dulu langsung tulis nama orangnya tanpa pakai perumpamaan lagi," tutur Deddy.

Menanggapi klarifikasi itu, akhirnya UAS pun mengunggah gambar dan keterangan dalam akunnya di Instagram. Dalam akun tersebut ditegaskan bahwa antara UAS dan Deddy memang tak pernah punya masalah.

Bahkan, ketika UAS mengetahui Deddy Corbuzier berniat menjadi mualaf, UAS melakukan salat hajat dua rakaat pada 21 Januari 2019 lalu. Dan setelah mendapatkan kabar bahwa Deddy sudah menjadi mualaf, UAS bahkan mengirimkan buku-buku agama karyanya pada 22 Juni 2019.

"UAS tidak pernah ada masalah dengan Dedy Corbuzier. Semoga kita memiliki skala prioritas untuk mencurahkan perhatian," tulisnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Viva.co.id
Kategori:Badminton, Olympic, Umum, DKI Jakarta
wwwwww