Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Zahrizan Divonis Onslag atas Dakwaan Penipuan, Jaksa akan Kasasi ke MA

Zahrizan Divonis <em>Onslag</em> atas Dakwaan Penipuan, Jaksa akan Kasasi ke MA
Ilustrasi (internet).
Senin, 02 September 2019 10:12 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan majelis hakim PN Telukkuantan terhadap perkara penipuan dengan terdakwa Zahrizan.

"Kita akan ajukan kasasi ke MA atas putusan tersebut," ujar Kajari Kuansing Hari Wibowo, SH, MH melalui Kasi Pidum Moch Fitri Adhy, SH, Senin (2/9/2019) di Telukkuantan.

Pada tanggal 28 Agustus 2019, majelis hakim yang dipimpin oleh Reza Himawan Pratama, SH, MH dan Rina Lestari Br Sembiring, SH, MH serta Duano Aghaka, SH selaku hakim anggota, menyatakan dakwaan yang disampaikan jaksa terbukti.

Namun, majelis hakim menilai perkara Zahrizan bukanlah perbuatan pidana, melainkan perdata. Karena itu, majelis hakim memutuskan onslag. Artinya, terdakwa bebas dari semua tuntutan.

Zahrizan merupakan PNS di Pemkab Kuansing. Pada perkara sebelumnya, Zahrizan dinyatakan bersalah. Sehingga, saat ini menjalani sisa kurungan.

Pada perkara yang sama dengan korban berbeda, yakni Nurjamil, JPU juga menuntun 3 tahun 6 bulan. Namun, hakim memutuskan onslag.

Atas upaya kasasi yang dilakukan jaksa, pihak Zahrizan melalui kuasa hukumnya Missiniaki Tommi, SH menyatakan menghormati upaya hukum tersebut.

"Kami akan siapkan kontra memori kasasi," ujar Tommi baru-baru ini.***

wwwwww