Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
6 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
24 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Demi WIL, Diduga Oknum Direktur Sekolah Swasta Nekat Palsukan Kartu Keluarga

Demi WIL, Diduga Oknum Direktur Sekolah Swasta Nekat Palsukan Kartu Keluarga
Mobil HS saat berkunjung kerumah NGA di Perumahan Valuta Indah Permai Desa Batang Baruhar Jae Kacamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta
Selasa, 03 September 2019 20:33 WIB
Penulis: RD Sir
PALUTA -Demi Wanita Idaman Lain (WIL) berinisial NGA (43) warga Dusun Perumahan Valuta Indah Permai Jalan Lintas Langga Payung-Sidempuan Desa Batang Baruhar Jae Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), diduga oknum Direktur sekolah agama swasta berinisial HS (53) nekat palsukan Kartu Keluarga (KK).

Hal dugaan pemalsuan KK ini terkuak atas laporan salah satu warga berinisial HRP (40) didusun yang sama kepada gosumut.com Selasa (3/9/2019).

Kepada Gosumut.com HRP mengatakan bahwa HS sering mendatangani rumah NGA tepatnya setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan pergi hingga larut malam.

HRP menambahkan beliau dan beberapa warga lainnya curiga oknum HS dan NGA belum berstatus sebagai pasangan suami istri, dikhawatirkan mereka melakukan hal-hal yang dilarang agama.

"Si HS itu pasti datang setiap hari senin, rabu dan jumat, dia (HS-red) selalu berganti-ganti mobil kalau datang kerumah NGA. " Jelas HRP"Kami menduga mereka bukan pasangan suami istri sah, sehingga kami khawatir mereka berbuat hal-hal yang dilarang agama di perumahan ini," tambah HRP.

"Namun saat pendataan warga saya dengar mereka kasih fotocopy KK kepada perangkat desa dan dalam KK itu mereka berstatus suami istri," tambahnya.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON, Badminton
wwwwww