Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
16 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
12 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton

Cari Ikan, Pria di Kampar Babak Belur Diserang Beruang

Cari Ikan, Pria di Kampar Babak Belur Diserang Beruang
Korban diserang beruang terkapar berlumuran darah di Desa Sungai Serik
Rabu, 04 September 2019 22:05 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Konflik antara hewan dan manusia kembali terjadi di Kabupaten Kampar, Riau. Seorang warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar babak belur diserang seekor beruang saat ia mencari ikan di Sungai Batang Ulak, Desa Sungai Serik Kacamatan Kampar Kiri, Rabu (4/9/2019) sore.

Kepala Desa Tanjung Karang Busrianto saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/9/2019) sore mengakui bahwa ada salah seorang warganya bernama Anisman (45) diserang beruang saat mencari ikan bersama temannya Darlis.

Busrianto menjelaskan, dari penuturan saksi mata, peristiwa ini berawal saat Anisman dan Darlis hendak berpindah lokasi mencari dengan peralatan penembak ikan tradisional dari lokasi pertama. Namun naas, saat mendaki sebuah bukit Anisman dan Darlis berjumpa dengan seekor beruang dan saat itu pula beruang langsung menyerang.

Keduanya berupa menyelamatkan diri. Anisman berlari ke arah puncak bukit sementara Darlis lari ke arah bawah.

"Tak lama dia menyerang, akhirnya beruang berhenti sendiri dan pergi meninggalkan mereka. Tapi Anis tak sadarkan diri. Lalu Darlis mencari pertolongan. Kebetulan ada warga yang mencari rusa di situ. Saat sudah diangkat dengan menggunakan mobil ambulance Desa Sungai Rambai menuju Puskesmas Lipatkain baru ia sadar," terang Busrianto.

Ia menyebutkan, kondisi di sekujur tubuh korban cukup parah, mulai dari kepala, termasuk bagian alis mata hingga telapak kaki luka-luka bekas cakaran dan gigitan beruang.

"Parah pak. Kepala luka, punggung, alis mata, mulai pangkal paha sampai ke ujung kaki dan telapak kaki luka," ulas Busrianto.

Karena luka yang cukup parah, Anisman pada Rabu malam langsung dilarikan dari Puskesmas Lipatkain ke RSUD Arifin Achmad di Pekanbaru.

Hingga berita ini diturunkan Anisman sudah dirawat di salah satu ruangan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Sebelumnya kasus serangan binatang buas terhadap manusia di Kecamatan Kampar Kiri sempat menggemparkan masyarakat pada 9 September 2017 lalu yang menimpa pasangan suami istri yang sedang menyadap karet Saruli (60) dan istrinya Bunai (55) di Desa Teluk Paman.

Akibat luka yang cukup parah, sang istri Bunai menghembuskan nafas terakhir ketika hendak dilarikan ke Puskesmas Lipatkain. Hingga saat ini masyarakat menduga bahwa yang menyerang pasutri ini adalah beruang. ***

wwwwww