Loading...    
           

Depresi Jelang Pensiun Belum Miliki Rumah, Karyawan Gantung Diri

Depresi Jelang Pensiun Belum Miliki Rumah, Karyawan Gantung Diri
Rabu, 04 September 2019 06:35 WIB
Penulis: Sugi
SERDANG BEDAGAI- Diduga mengalami defresi seorang karyawan PT. Pajar Agung, Ahmad Lemot (53) warga Dusun III, Desa Bengabing, Kecamatan Pengajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Senin (2/9/2019) sekira pukul 15:30 WIB, ditemukan gantung diri.

Korban ditemukan oleh anak kandung korban sendiri Juli Handayani (32). Ia terkejut melihat orang tuanya ditemukan tergantung di belakang pintu rumah korban. Atas peristiwa tersebut anak korban langsung hiteris dan meminta pertolongan warga.

Informasi yang diperoleh Gosumut, awalnya anak korban menemukan orang tuanya sudah tergantung di pintu tengah dapur dan melihat hal tersebut anak korban teriak histeris.

Atas teriakan anak korban, tetangga dan masyarakat bernama edi Susanto dan Pandi tanpa izin dari perangkat desa menurunkan korban dengan harapan korban bisa dapat diselamatkan.Namun saat diturunkan dari jeratan tali nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

"Korban dalam waktu 1 minggu ini sudah berulang kali ini akan gantung diri. Namun 2 kali bisa diselamatkan ke tiga kali ini korban tidak dapat di selamatkan," kata Edi. Lanjut Adi, saat kejadian korban berada dirumah sendirian, yang mana anaknya bernama Riki Hamdani lagi sakit dan dirawat di RS Trianda yang dijaga oleh istri korban.

Sebelumnya menurut keterangan kepala desa, bahwa korban pada malam hari korban dan anaknya datang kerumah kepala desa dengan tujuan meminjam uang untuk menambah pembayaran anaknya yang dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, diperkirakan korban gantung diri pada pukul 13:30 WIB. Karena sebelum kejadian korban paginya masuk kerja sampai dengan jam 12:00 WIB. Saat kejadian, lanjut Adi, korban ditemukan gantung diri di pintu tengah rumahnya dengan cara mengikat lehernya dengan tali timba yang mana kejadian timbanya masih ikut tergantung.

Kapolsek Perbaungan, AKP. Ghandi melalui Kasubag Humas, Kompol Nelly Isma mengatakan bahwa menurut keterangan saksi ahli dr. Tengku Safrin menjelaskan kalau di leher korban terdapat goresan merah hitam.

"Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi dan pihak keluarga korban membuat surat pernyataan tidak dilakukan outopsi dan ditandatangani serta diketahui Kepala Desa Setempat," kata Kompol Nelly.

Dimana kejadian ini dapat bisa dikatakan gantung diri karena korban sudah 2 kali melakukan coba gantung diri, tepatnya pada hari Jum'at (30/8)dan hari Sabtu (31/8) dengan menggunakan ikat pinggang dan tali namun masih bisa diselamatkan dikarenakan ketahuan keluarganya.

Dan upaya tersebut dilakukan didalam kamar dan yang ke 3 kali ini tidak dapat diselamatkan. Dugaan korban gantung diri diperkirakan defresi karena Pensiun belum ada rumah ditambah lagi biaya berobat anaknya Riki Hamdani yang dirawat di Rumah sakit.

Adapun keseharian korban baik dan bagus dalam bermasyarakat. Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban tidak ditemukan ditubuh korban adanya tanda-tanda kekerasan secara fisik terhadap korban. "Saat dilokasi di temukan posisi mayat korban kaki tertekuk kebelakang, Luka merah/jeratan pada leher, Mengeluarkan air liur, Posisi kepala tersangka/cungak, tangan lemas keduanya," Pungkasnya.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww