Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Inilah Sebab Polri Tak Segan Gandeng Interpol Buru Aktivis Papua

Inilah Sebab Polri Tak Segan Gandeng Interpol Buru Aktivis Papua
Veronica Koman (Dok. CNNIndonesia)
Rabu, 04 September 2019 19:23 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Aktivis Papua, Veronica Koman, telah resmi jadi tersangka provokasi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, beberapa waktu lalu. Buntut dari insiden Surabaya tersebut, TNI dan Polri mesti berjibaku berhari-hari menangani aksi protes yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Suasana Bumi Cendrawasih memang berangsur tenang dan dalam pemulihan, tapi penindakan hukum kepada aktor-aktor rangkaian kerusuhan yang sempat menelan korban nyawa itu, terus dilakukan.

Termasuk memburu Veronica Koman yang menurut polisi, akun @VeronicaKoman adalah "salah satu yang sangat aktif melakukan provokasi, sehingga membuat keonaran,".

"Ini pasalnya berlapis yaitu UU ITE, UU KUHP 160, UU 1 tahun 46,dan UU 40 tahun 2008," Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Luki Hermawan, Rabu (04/09/2019).

Sementara polisi telah mengamankan banyak orang terkait rangkaian kerusuhan soal Papua, Veronica Koman belum bisa dijangkau karena diduga tengah berada di luar negeri.

Luki mengatakan, "Kami akan kerjasama terutama dengan Interpol,".***

wwwwww