Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Sejak Tiga Hari Lalu, Seluruh Gelper di Tembilahan Resmi Berhenti Beroperasi

Sejak Tiga Hari Lalu, Seluruh Gelper di Tembilahan Resmi Berhenti Beroperasi
Salah satu gelper yang berhenti beroperasi.
Rabu, 04 September 2019 20:34 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN-Menindaklanjuti aksi yang dilakukan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Inhil dan hasil rapat bersama Komisi I DPRD, akhirnya, sejak (1/9/2019) seluruh gelanggang permainan (gelper) yang ada di Tembilahan resmi berhenti beroperasi.

Seperti yang dituturkan Kasatpol PP Inhil, TM Syaifullah kepada GoRiau.com bahwa dirinya memastikan gelper-gelper tersebut sudah berhenti beroperasi.

"Malam minggu tadi terakhir mereka beroperasi," jelas Kasatpol PP Inhil.

Ditambahkannya pula, bahwasanya esok, Kamis (4/9/2019), para pekerja di gelper akan melakukan aksi damai di Kantor DPRD Inhil.

"Setelah tempat mereka bekerja tutup, mereka juga akan melaksanakan aksi damai. Kita harus menghargai hak mereka untuk menyampaikan pendapat," terang TM Syaifullah.

Sebelumnya, MPC PP Inhil mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil untuk segera menutup gelanggang-gelanggang perjudian yang berkedok tempat permain anak.

Desakan tersebut disampaikan MPC PP Inhil saat menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Inhil dan Kantor DPRD Inhil, Kamis (8/8/2019).(ayu)

Kategori:Riau, Badminton, PON
wwwwww