Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Jadikan Kearifan Lokal Sebagai Tujuan Wisata di Kepulauan Meranti

Jadikan Kearifan Lokal Sebagai Tujuan Wisata di Kepulauan Meranti
Tokoh muda Kepulauan Meranti, Sopandi
Kamis, 05 September 2019 18:15 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Kepulauan Meranti mempunyai daya tarik tersendiri untuk menarik wisatawan, juga mempunyai kearifan lokal yang luar biasa terdapat di kabupaten termuda di Riau ini.

Sebagaimana diungkapkan oleh tokoh muda Kepulauan Meranti Sopandi, ini perlu disikapi bersama bahwa, bagaimana kearifan lokal di kabupaten termuda di provinsi Riau itu bisa sebagai pemicu ekonomi desa.

"Saya lihat disetiap kecamatan atau desa mempunyai potensi tersendiri untuk dijadikan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, yang penting motor penggerak adalah pemuda desa yang mampu menjadikan desanya berpotensi," ungkap Sopandi, Kamis (5/9/2019).

Kata Sopandi pula, memang di Kepulauan Meranti ini tidak mempunyai danau yang indah, pantai berpasir, atau pegunungan yang menawan, tapi punya potensi kearifan lokal baik sungai, tasik, makanan, bahkan adat istiadat masyarakat yang mampu menarik wisatawan.

"Hal ini perlu didorong dengan peraturan daerah yang mengikat desa wisata untuk menarik dana atau bantuan pemerintah pusat disetiap destinasi wisata yang ada di Kepulauan Meranti," tutur ketua pokdarwis Bathin Galang.***

wwwwww