Loading...    
           
Saring sebelum Sharing

Rembuk Aparatur Tentang Literasi Informasi Digelar di Medan

Rembuk Aparatur Tentang Literasi Informasi Digelar di Medan
KETUA FKPT Sumut, Dr Zulkarnain Nasution MA (podium) membuka Kegiatan Rembuk Aparatur Tentang Literasi Informasi
Kamis, 05 September 2019 21:17 WIB
MEDAN-Rembuk aparatur kelurahan dan desa tentang literasi informasi bertemakan ‘Saring sebelum Sharing digelar di Kota Medan, Kamis (5/9/2019).

Kegiatan literasi yang berlangsung di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darusalam Medan tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Sumatera Utara (Sumut).

Rembuk aparatur kelurahan dan desa yang diikuti seratusan peserta dari aparatur kelurahan/desa, termasuk Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta jurnalis di Kota Medan sekitarnya yang dibuka oleh Ketua FKPT Sumut, Dr Zulkarnain Nasution MA dihadiri Kasat Binmas Polrestabes, AKBP Rudy Hartono SIK MM.

Sedangkan Setyo Pranowo SH MM, Kasi Partisipasi Masyarakat BNPT serta Drs Eddy Sofyan M. AP, Tokoh daerah Sumut dan Dr Devie Rahmawati M.Hum., CPR, Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi Univerisitas Indonesia (UI), tampil sebagai narasumber.

Dalam sambutan pembukanya, Ketua FKPT Sumut, dr Zulkarnain Nasution MA mengatakan bahwa kelurahan adalah basis penyebaran paham radikalisme, apakah itu melalui media cetak, media online, dan yang paling rawan adalah media sosial. “Semoga dengan adanya kegiatan ini kita bisa memperbanyak pengetahuan dan informasi bagaimana pencegahan dan pemetaan agar tidak tersebar berita hoaks, berita bohong dan berita yang tidak ada faktanya yang bisa memicu tindakan anarki di lingkungan tempat tinggal kita,” katanya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polrestabes Medan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya juga telah melalukan kegiatan penertiban anti radikalisme dan anti pancasila “Setiap bulan kami mengeluarkan maping untuk mengidentifikasi terpaparnya paham radikalisme dan terorisme di kota Medan. Mulai Januari 2019 sampai saat ini ditemukan tidak terjadinya penurunan paparan radikalisme, malahan meningkat,” katanya.

Pada kesempatan ini, Polrestabes Medan berharap semua dapat memahami ciri-ciri dan karakteristik gerakan radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat, agar dapat bekerja sama untuk mencegahnya.

Seorang ustaz, Kasat menjelaskan, pernah berdakwah, ceramah di lingkungan kepolisian, yang menyampaikan jenazah pelaku bom bali ketika dibongkar setelah 4 tahun jasadnya masih utuh. “Ini jelas hoaks yang dapat menyesatkan umat. Oleh karena itu kita mesti bisa membedakan mana informasi yang benar dan salah,” jelasnya.

Oleh karena itu, Polrestabes Medan mengimbau kepada Bhabinkamtibmas agar melakukan cara-cara bijak menghadapi media, jangan mudah percaya dengan berita yang disampaikan. “Penyebaran berita hoaks juga menyebabkan tumbuhkembangnya penyebaran paham radikal. Inilah yang harus kita cegah bersama-sama,” imbaunya.

Editor:Kamal
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww