Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
14 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
15 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton
Babak Kualifikasi Piala Dunia 2022

Soal Kericuhan, FAM Bilang PSSI Tidak Tepati Janji

Soal Kericuhan, FAM Bilang PSSI Tidak Tepati Janji
Jum'at, 06 September 2019 18:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan bahwa Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengingkari janjinya soal keamanan suporter tim nasional Malaysia selama berada di Jakarta untuk menyaksikan skuat kesayangannya berlaga.

"FAM menganggap PSSI, melalui otoritas lokal, tidak bisa mengantisipasi insiden,  dengan demikian gagal menepati janji yang telah disampaikan di depan umum," kata Sekretaris Jenderal FAM Stuart Ramalingam dalam keterangan di laman resminya, Jumat, 6 September 2019.

Pihak berkepentingan di Indonesia, termasuk PSSI, dinilai FAM tidak mampu mengendalikan suporter timnas Indonesia baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Indonesia versus Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, yang digelar Kamis (5/9) malam.

FAM menegaskan mereka sangat kecewa dengan perlakuan oknum pendukung Indonesia kepada suporter Malaysia.

Dalam pertandingan itu, oknum suporter Indonesia mengintimidasi pendukung timnas Malaysia dengan serangan verbal dan lemparan-lemparan kemasan minuman hingga bom asap. Tindakan itu bahkan membuat laga ditunda selama sekitar 10 menit di babak kedua.

Dan, sebelum laga dimulai, FAM menyebut bahwa sekitar 300 orang pendukung timnas Malaysia yang berada di dalam enam bus tetap mendapatkan gangguan meski sudah diiringi kawalan pihak kepolisian.

Padahal, sudah ada kesepakatan terkait keamanan suporter dalam pertemuan dengan FAM yang berlangsung pada 20 dan 27 Agustus 2019, dimana juga dihadiri petinggi keamanan Malaysia, yaitu Wakil Komandan Pasukan Persekutuan (FRU) ACP Kamarulzaman Maarof.

Sebagai tindak lanjut, FAM pun secara resmi melaporkan kejadian itu kepada FIFA dan AFC. "Peristiwa tersebut mencemarkan citra sepak bola Indonesia," kata Stuart seperti dilansir Antara.

Stuart juga mengapresiasi sikap suporter Malaysia di Indonesia yang tidak terprovokasi dan bersikap positif atas tragedi itu.

FAM juga meminta masyarakat Malaysia untuk tetap menyambut baik suporter Indonesia yang datang ke Malaysia untuk laga tandang Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, termasuk para fans dari negara satu grup lain, yakni Thailand, Vietnam dan Uni Emirat Arab.

Indonesia kalah dengan skor 2-3 dari Malaysia pada laga perdananya di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9) malam.

Dua gol Indonesia dicetak oleh Alberto Goncalves (12', 39'), sementara gol Malaysia dilesakkan oleh Mohamadou Sumareh (37, 90+6') dan Muhammad Syafiq Ahmad (66').

Hasil itu membuat Indonesia untuk sementara berada di peringkat terbawah atau kelima klasemen sementara Grup G, sementara Malaysia bertengger di puncak. ***

wwwwww