Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
10 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
20 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
18 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
18 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

India Naikkan Pajak Sawit Olahan Malaysia

India Naikkan Pajak Sawit Olahan Malaysia
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 12 September 2019 10:18 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau pada periode 11-17 September 2019 atau sepekan ke depan, terjadi karena India menaikkan pajak atas minyak sawit olahan Malaysia. Yang mana, India merupakan salah satu importir terbesar CPO olahan Malaysia.

"India menaikkan pajak dari sebelumnya 45 persen menjadi 50 persen selama enam bulan," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Kamis (12/9/2019).

Menurut Tengku, India melakukan ini untuk melindungi produksi produsen lokal yang saat ini hanya mengoperasikan kurang dari sepertiga kapasitas produksinya.

"Hal ini ikut memberi efek negatif kepada penjualan CPO dari Indonesia. Selain itu masalah Eropa yang masih menggunakan kebijakan perdagangan untuk mengurangi produksi minyak sawit juga ikut memberatkan harga CPO," ulasnya.

Akibatnya, lanjut Tengku, harga TBS sawit pekan ini mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit. Dengan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok kelapa sawit umur 10-20 tahun yaitu sebesar Rp74,09 per kilogram (kg).

"Terjadi penurunan mencapai 4,74 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp1.490,44 per kg," imbuhnya. ***


wwwwww