Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
19 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
18 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
4
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
19 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
18 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya

Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya
Ilustrasi. (int)
Senin, 23 September 2019 08:14 WIB
PEKANBARU - Flora dan fauna menjadi korban dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) harus waspada jika berhadapan dengan harimau sumatera keluar dari habitatnya yang terbakar.

Kasi Logistik BPBD Inhil, Riswanto menceritakan, dia dan anggotanya diingatkan warga karena ada dua ekor harimau sumatera keluar dari hutan yang terbakar yang selama ini jadi sarangnya. Satwa bertaring tajam itu disebut keluar dari hutan di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Inhil, Riau.

“Saya dapat laporan dari sejumlah warga, mereka melihat dua ekor harimau berlari keluar dari hutan. Mungkin karena sudah panas di dalam hutan yang terbakar," ujar Riswanto, Minggu (22/9/2019).

Riswantoo diingatkan warga karena lokasi kebakaran lahan yang sedang dipadamkannya merupakan areal dan jalur melintas harimau sumatera tersebut saat keluar dari sarangnya.

“Saat kita lagi padamkan api, warga memberi tahu agar kami hati-hati. Di daerah tempat kami memadamkan pernah dilewati harimau sumatera beberapa hari lalu,” kata Riswanto.

Riswanto dan anggota BPBD serta tim pemadam karhutla lainnya mengaku belum melihat kemunculan hewan buas tersebut.

“Katanya ada dua ekor harimau keluar dari hutan. Tapi kami tidak melihatnya," ucap Riswanto.

Riswanto juga disarankan agar tidak menginap di lokasi karhutla. Tapi memang pemadaman karhutla di malam hari jarang dilakukan, kecuali api mendekati permukiman warga.

"Warga memberi saran ke kita, agar tidak tidur di hutan dan meminta keluar dari hutan. Karena ada harimau itu,” jelasnya.

Riswanto juga mengaku meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas memadamkan api, selain waspada jika harimau sumatera benar-benar berada di dekat lokasi mereka.

"Iya kami tetap waspada, karena yang dihadapi adalah hutan. Kita gak tahu rimba apa saja isinya. Tapi tujuan kami niat baik memadamkan api,” imbuhnya.

Riswanto juga tak lepas berdoa kepada Tuhan saat akan melakukan pemadaman api. Apalagi pemadaman dilakukan di hutan.

“Dalam hati minta izin aja sama penghuni hutan, agar izinkan kami membantu memadamkan api," kata Riswanto. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Riau, Lingkungan, Peristiwa

wwwwww