Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya

Ada Kebakaran Lahan, Dua Ekor Harimau Sumatera di Kempas Inhil Keluar dari Sarangnya
Ilustrasi. (int)
Senin, 23 September 2019 08:14 WIB
PEKANBARU - Flora dan fauna menjadi korban dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) harus waspada jika berhadapan dengan harimau sumatera keluar dari habitatnya yang terbakar.

Kasi Logistik BPBD Inhil, Riswanto menceritakan, dia dan anggotanya diingatkan warga karena ada dua ekor harimau sumatera keluar dari hutan yang terbakar yang selama ini jadi sarangnya. Satwa bertaring tajam itu disebut keluar dari hutan di Desa Bayas, Kecamatan Kempas, Kabupaten Inhil, Riau.

“Saya dapat laporan dari sejumlah warga, mereka melihat dua ekor harimau berlari keluar dari hutan. Mungkin karena sudah panas di dalam hutan yang terbakar," ujar Riswanto, Minggu (22/9/2019).

Riswantoo diingatkan warga karena lokasi kebakaran lahan yang sedang dipadamkannya merupakan areal dan jalur melintas harimau sumatera tersebut saat keluar dari sarangnya.

“Saat kita lagi padamkan api, warga memberi tahu agar kami hati-hati. Di daerah tempat kami memadamkan pernah dilewati harimau sumatera beberapa hari lalu,” kata Riswanto.

Riswanto dan anggota BPBD serta tim pemadam karhutla lainnya mengaku belum melihat kemunculan hewan buas tersebut.

“Katanya ada dua ekor harimau keluar dari hutan. Tapi kami tidak melihatnya," ucap Riswanto.

Riswanto juga disarankan agar tidak menginap di lokasi karhutla. Tapi memang pemadaman karhutla di malam hari jarang dilakukan, kecuali api mendekati permukiman warga.

"Warga memberi saran ke kita, agar tidak tidur di hutan dan meminta keluar dari hutan. Karena ada harimau itu,” jelasnya.

Riswanto juga mengaku meningkatkan kehati-hatian dalam melaksanakan tugas memadamkan api, selain waspada jika harimau sumatera benar-benar berada di dekat lokasi mereka.

"Iya kami tetap waspada, karena yang dihadapi adalah hutan. Kita gak tahu rimba apa saja isinya. Tapi tujuan kami niat baik memadamkan api,” imbuhnya.

Riswanto juga tak lepas berdoa kepada Tuhan saat akan melakukan pemadaman api. Apalagi pemadaman dilakukan di hutan.

“Dalam hati minta izin aja sama penghuni hutan, agar izinkan kami membantu memadamkan api," kata Riswanto. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Riau, Lingkungan, Peristiwa

GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Gandeng WWF, Kejari Kuansing akan Sosialisasi Perlindungan Satwa Liar
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Harimau Sumatera Masih Berkeliaran di Wilayah Kualu Nanas Kampar, Begini Penjelasan BBKSDA Riau
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Mahathir: Anda Bisa Salahkan Indonesia tapi Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap akan Terjadi
GoNews Sejak Awal Tahun 2019 Polda Riau Tetapkan 64 Orang Tersangka Karhutla, Baru Satu yang P21
wwwwww