Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
16 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
16 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
15 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
16 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Ekonomi
12 jam yang lalu
WOM Kembalikan Motor Ojol yang Sempat Ditarik
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Hilangkan Teluh, Akal Bulus Bapak Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 26 Minggu

Hilangkan Teluh, Akal Bulus Bapak Cabuli Anak Kandung hingga Hamil 26 Minggu
Ilustrasi. (Net)
Selasa, 29 Oktober 2019 08:27 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Polres Tangerang Selatan tengah memproses hukum Junaedi (39) lantaran perilaku cabul terhadap NK (16) yang tak lain adalah kandungnya sendiri. Polisi mengungkap, aksi bejat itu telah berlangsung sekira 1 tahun, dengan pengobatan teluh sebagai akal bulus Junaidi.

"Pelaku menakuti korban bisa menyembuhkan santet dan teluh pada tubuh korban," kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Senin (28/10/2019).

Selain itu, lanjut Ferdy, Junaidi juga telah mengakui bahwa "pelampiasan" hasrat pasca perceraiannya dengan Ibu korban, memang menjadi salah satu motifnya.

"Aksi ini dilakukan pada tahun 2018 di rumah pelaku di wilayah Kampung Onyam, RT 001/009, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Tersangka jadi dalam kurun waktu setahun tersangka melakukan persetubuhan dengan anak kandung. Hingga korban hamil 26 minggu," kata Ferdy.

Kasus ini, berawal dari laporan ibu kandung korban yang melihat adanya perubahan pada fisik putrinya itu. Ketika ditanyai lebih dalam, korban akhirnya mau bercerita.

Atas perbuatannya itu, Junaedi disangkakan pasal persetubuhan terhadap anak di bawah umur, sesuai pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww