Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
Politik
19 jam yang lalu
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
2
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
Politik
14 jam yang lalu
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
3
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Pemerintahan
11 jam yang lalu
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
4
Sempat Buron, Ini Sosok Andreau Misanta, Staf Edhy Prabowo yang Menyerahkan Diri ke KPK
Hukum
11 jam yang lalu
Sempat Buron, Ini Sosok Andreau Misanta, Staf Edhy Prabowo yang Menyerahkan Diri ke KPK
5
Sultan Najamudin Pantau Langsung Kesiapan Pilkada di Kepahiang dan Bengkulu Tengah
Politik
15 jam yang lalu
Sultan Najamudin Pantau Langsung Kesiapan Pilkada di Kepahiang dan Bengkulu Tengah
6
Tergantung Prabowo, Pilih Sandi atau Dasco yang Akan Gantikan Edhy
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tergantung Prabowo, Pilih Sandi atau Dasco yang Akan Gantikan Edhy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata

Kerajaan Bhutan Belajar Otonomi Daerah ke Riau, Gubri Syamsuar Tawarkan Kerjasama Pendidikan dan Investasi Pariwisata
Gubernur Riau Syamsuar menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan yang ingin belajar otonomi daerah dengan Pemerintah Provinsi Riau.
Kamis, 31 Oktober 2019 12:22 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dinilai mampu menerapkan sistem pemerintahan otonomi daerah (otda) oleh Pemerintah Kerajaan Bhutan. Itu menjadi salah satu alasan negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk kerajaan dan dikenal dengan Negeri Naga Guntur.

Gubernur Riau, Syamsuar menyambut baik kedatangan dan keinginan delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan yang diapit antara India dan Republik Rakyat Tiongkok. Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Bhutan, Melam Zangpo memimpin delegasi bertemu Syamsuar di kantornya, Kamis (31/10/2019).

"Mereka (delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan, red) ingin belajar ke Pemprov Riau, terkait penerapan otonomi daerah, yang awalnya disentralisasi," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, usai menerima studi banding yang dilakukan Pemerintah Kerajaan Bhutan.

Sebelum ke Riau, dikatakan Syamsuar, bahwa delegasi Kerajaan Bhutan telah mengunjungi Bappenas RI untuk mengetahui tentang perencanaan pembangunan nasional. Negara yang memiliki penduduk sekitar 750 ribu ini, ingin belajar bagaimana upaya pemerintah daerah di Riau meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

"Mereka juga ingin mengetahui pelaksanaan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan di daerah atau lebih dikenal dengan Suistainable Development Goals (SDGs) yang dilaksanakan oleh Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten/kota," ungkap Syamsuar.

Usai pertemuan ini, sambung Syamsuar, delegasi Pemerintah Kerajaan Bhutan akan berkunjung ke Pemerintah Kota Pekanbaru hingga ke salah satu kecamatan di Riau.

"Mereka ingin mengetahui sejauh mana progres SDGs ini di daerah bisa terlaksana dengan baik. Alhamdulillah, mereka senang sekali tadi, adanya kemajuan di daerah Riau," ucap Syamsuar.

Pada pertemuan itu, Syamsuar menawarkan kerjasama dalam bidang pendidikan dan investasi pariwisata. Sebab, Kerajaan Bhutan masih kekurangan sumber daya manusia, karena jumlah penduduknya yang memang sedikit.

"Dalam pertemuan itu, pihak Universitas Riau menawarkan, agar anak-anak Kerajaan Bhutan bisa belajar di Riau," jelas Syamsuar.

Hadir dalam pertemuan itu, Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto, Kadis Kebudayaan Riau Yose Rizal, Kepala Dinas Sosial Riau Darius Husein, Kadis Pemukiman Muhammad Amin, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otda Sudarman dan sejumlah pejabat lainnya. ***

wwwwww